Selasa, 08 Oktober 2013

Yulia Muharam (2222 11 2091)



Yulia Muharam
2222 11 2091 / VD
Kajian Drama

Sinopsis Malam Jahanam
Mat Kontan pembual-pesolek seolah lebih cinta burungnya daripada istrinya, Paijah. Apalagi diisyukan bahwa Mat Kontan mandul. Bersebelahan dengan rumah mereka, diam bujangan Soleman. Paijah yang sering kesepian karena ditinggal suaminya main kartu atau menyabung ayam, dengan mudah diduga menjadi akrab dengan Soleman. Dan memang terjadilah di suatu malam jahanam, apa yang diduga itu. Paijah hamil. Mat Kontan senang karena terbukti bahwa dia tak mandul. Tapi Paijah dikejar kecemasan bila rahasianya terbongkar, bahkan sampai setelah bayinya lahir. Kekhawatiran itu membuat Soleman membunuh burung beo kesayangan Mat Kontan di malam jahaman yang lain. Mat Kontan naik pitam. Maka terbongkarlah rahasia yang terpendam. Setelah sebuah perkelahian, Mat Kontan kembali akur dengan istrinya.
Tema   : Penghianatan
Alur     : Maju
Peristiwa yang dialami oleh tokoh cerita tersusun menurut urutan waktu terjadinya  secara berurutan.
Unsur alur drama
1.      Unsur ketegangan (suspense)
Ketidakpastian yang berkepanjangan dan semakin menjadi-jadi akan menimbulkan ketegangan. Adanya ketegangan dalam drama menumbuhkan dan memelihara rasa ingin tahu pembaca dari awal sampai akhir suatu cerita.
2.      Unsur dadakan (surprise)
Unsur dadakan akan menyusun cerita sedemikian rupa hingga muncul dugaan-dugaan yang tidak disangka-sangka oleh pembaca dan mengagetkan.
3.      Unsur ironi dramatik
Unsur ini membentuk pernyataan-pernyataan atau perbuatan-perbuatan tokoh cerita yang seakan-akan meramalkan apa yang akan terjadi.
Dalam drama Malam Jahanam, terlihat unsur ketegangan dan unsur dadakan. Unsur ketegangan terjadi ketika Soleman mengaku kepada Mat Kontan bahwa dialah yang membunuh burung beo dan bahwa Mat Kontan Kecil adalah anak kandungnya.
Setting :
-          Tempat            : Di perkarangan rumah dan didalam rumah.
-          Waktu             : Malam
-          Suasana           : Tegang

Tokoh dan penokohan
Tokoh protagonis dalam Malam Jahanam adalah Soleman sedangkan tokoh antagonisnya adalah Mat Kontan. Paijah memegang peranan sebagai tokoh wirawati. Tokoh-tokoh bawahannya adalah Utai dan Tukang Pijat.
1.      Tokoh Antagonis        : Mat Kontan
2.      Tokoh Protagonis        : Paijah
3.      Tokoh Tritagonis         : Soleman
4.      Tokoh tambahan         : Utai dan Tukang pijit
Karakter Tokoh
1.      Watak Mat Kontan
Mat Kontan adalah seorang pria dewasa yang telah memiliki
seorang istri dan juga seorang anak. Mat Kontan memiliki sifat yang sombong, angkuh, penakut, egois, emosional, dan sok tahu, Mat Kontan juga termasuk orang yang lari dari kenyataann.
2.      Watak Paijah
Seorang  wanita yang telah bersuami dan memiliki seorang anak yang masih bayi. Paijah seorang wanita yang berwatak pencemas dan tidak setia.
3.      Watak Soleman
Soleman adalah seorang pria yang belum menikah yang tinggal diseberang rumah Mat Kontan dan Paijah . Soleman juga adalah sahabat dari Mat Kontan. Soleman seorang pria yang berwatak pengecut, dan pembual.
4.      Watak Utai
Pria yang sangat bergantung pada Mat Kontan, memiliki watak yang setia.
5.      Tukang Pijat
seorang pria tuna netra, Tukang Pijat ini sering melintas di sekitar rumah Soleman dan Mat Kontan sambil menyeret kaleng bekas susu.

Amanat
Sebaiknya menjadi orang yang jujur agar tidak merugikan diri kita sendiri. Amanat yang paling penting adalah tentang kesetiaan, dimana seorang istri seharusnya setia kepada suaminya dan berkompromi mengenai kekurangan mereka masing-masing.
Analisis Struktur
Drama Malam Jahanam menceritakan perselingkuhan sebagaimana adanya pada masa naskah drama ini ditulis, yaitu pada tahun 1950-an. Drama ini juga menyampaikan perselingkuhan ini ke permukaan tanpa menutupi kebenaran yang terjadi di sekitarnya. Drama ini merupakan penggambaran keadaan nyata yang dapat dijadikan contoh oleh masyarakat. Penyebab dan dampak dari perselingkuhan Paijah dengan Sulaeman, kematian Mat Kontan Kecil yang tragis, dan keegoisan Mat Kontan dapat dipelajari oleh masyarakat dan dipetik hikmah serta amanatnya.
Dengan demikian, Malam Jahanam dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat. Sebab-akibat antar peristiwa terlihat cukup jelas. Contohnya pada saat Sulaeman meminta diceritakan tentang perkutut atau beo saja daripada tentang Paijah dan Mat Kontan Kecil yang membuatnya kesal. Oleh karena itu, Mat Kontan teringat pada burung beo yang sudah dilupakannya selama dua hari. Mat Kontan tidak dapat menemukan burung tersebut. Pencarian burung beo ini pada akhirnya mengungkapkan perselingkuhan Soleman dengan Paijah. Pada bagian yang terakhir, yaitu kematian Mat Kontan Kecil, terjadi secara logis dan meyakinkan. Bayi itu sudah sakit sejak drama dimulai, tapi baru pada akhir cerita Mat Kontan pergi mencari dukun untuk mengobatinya. Hal ini membuat pembaca teriris hatinya dan khawatir kemungkinan terburuk terjadi pada bayi itu. Tiba-tiba tangisnya terhenti. Kekhawatiran pembaca menjadi kenyataan. Paijah keluar rumah sambil berteriak-teriak mengatakan kalau anaknya sudah mati.
Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sikap tokoh Mat Kontan dalam menghadapi konflik tersebut?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar