Yulia Muharam
2222 11 2091 / VD
Kajian Drama
Sinopsis Malam Jahanam
Mat
Kontan pembual-pesolek seolah lebih cinta burungnya daripada istrinya, Paijah.
Apalagi diisyukan bahwa Mat Kontan mandul. Bersebelahan dengan rumah mereka,
diam bujangan Soleman. Paijah yang sering kesepian karena ditinggal suaminya
main kartu atau menyabung ayam, dengan mudah diduga menjadi akrab dengan
Soleman. Dan memang terjadilah di suatu malam jahanam, apa yang diduga itu.
Paijah hamil. Mat Kontan senang karena terbukti bahwa dia tak mandul. Tapi
Paijah dikejar kecemasan bila rahasianya terbongkar, bahkan sampai setelah
bayinya lahir. Kekhawatiran itu membuat Soleman membunuh burung beo kesayangan
Mat Kontan di malam jahaman yang lain. Mat Kontan naik pitam. Maka terbongkarlah
rahasia yang terpendam. Setelah sebuah perkelahian, Mat Kontan kembali akur
dengan istrinya.
Tema : Penghianatan
Alur : Maju
Peristiwa
yang dialami oleh tokoh cerita tersusun menurut urutan waktu terjadinya secara berurutan.
Unsur alur
drama
1.
Unsur ketegangan (suspense)
Ketidakpastian
yang berkepanjangan dan semakin menjadi-jadi akan menimbulkan ketegangan.
Adanya ketegangan dalam drama menumbuhkan dan memelihara rasa ingin tahu
pembaca dari awal sampai akhir suatu cerita.
2.
Unsur dadakan (surprise)
Unsur dadakan
akan menyusun cerita sedemikian rupa hingga muncul dugaan-dugaan yang tidak
disangka-sangka oleh pembaca dan mengagetkan.
3.
Unsur ironi dramatik
Unsur ini
membentuk pernyataan-pernyataan atau perbuatan-perbuatan tokoh cerita yang
seakan-akan meramalkan apa yang akan terjadi.
Dalam drama Malam
Jahanam, terlihat unsur ketegangan dan unsur dadakan. Unsur ketegangan
terjadi ketika Soleman mengaku kepada Mat Kontan bahwa dialah yang membunuh
burung beo dan bahwa Mat Kontan Kecil adalah anak kandungnya.
Setting :
-
Tempat : Di perkarangan rumah dan didalam
rumah.
-
Waktu : Malam
-
Suasana : Tegang
Tokoh
dan penokohan
Tokoh
protagonis dalam Malam Jahanam adalah Soleman sedangkan tokoh
antagonisnya adalah Mat Kontan. Paijah memegang peranan sebagai tokoh wirawati.
Tokoh-tokoh bawahannya adalah Utai dan Tukang Pijat.
1. Tokoh
Antagonis : Mat Kontan
2. Tokoh
Protagonis : Paijah
3. Tokoh
Tritagonis : Soleman
4. Tokoh
tambahan : Utai dan Tukang pijit
Karakter
Tokoh
1. Watak Mat Kontan
Mat Kontan adalah seorang pria dewasa yang telah memiliki
seorang istri dan juga seorang anak. Mat Kontan memiliki
sifat yang sombong, angkuh, penakut, egois, emosional, dan sok tahu, Mat Kontan
juga termasuk orang yang lari dari kenyataann.
2.
Watak Paijah
Seorang wanita yang
telah bersuami dan memiliki seorang anak yang masih bayi. Paijah seorang wanita
yang berwatak pencemas dan tidak setia.
3.
Watak Soleman
Soleman adalah seorang pria yang belum menikah yang tinggal diseberang
rumah Mat Kontan dan Paijah . Soleman juga adalah sahabat dari Mat Kontan.
Soleman seorang pria yang berwatak pengecut, dan pembual.
4.
Watak Utai
Pria
yang sangat bergantung pada Mat Kontan, memiliki watak yang setia.
5.
Tukang Pijat
seorang pria tuna netra, Tukang Pijat ini sering
melintas di sekitar rumah Soleman dan Mat Kontan sambil menyeret kaleng bekas
susu.
Amanat
Sebaiknya
menjadi orang yang jujur agar tidak merugikan diri kita sendiri. Amanat yang
paling penting adalah tentang kesetiaan, dimana seorang istri seharusnya setia
kepada suaminya dan berkompromi mengenai kekurangan mereka masing-masing.
Analisis Struktur
Drama Malam Jahanam menceritakan
perselingkuhan sebagaimana adanya pada masa naskah drama ini ditulis, yaitu
pada tahun 1950-an. Drama ini
juga menyampaikan perselingkuhan ini ke permukaan tanpa menutupi kebenaran yang
terjadi di sekitarnya. Drama ini merupakan penggambaran keadaan nyata yang
dapat dijadikan contoh oleh masyarakat. Penyebab dan dampak dari perselingkuhan
Paijah dengan Sulaeman, kematian Mat Kontan Kecil yang tragis, dan keegoisan
Mat Kontan dapat dipelajari oleh masyarakat dan dipetik hikmah serta amanatnya.
Dengan
demikian, Malam Jahanam dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Sebab-akibat antar peristiwa terlihat cukup jelas. Contohnya pada saat Sulaeman
meminta diceritakan tentang perkutut atau beo saja daripada tentang Paijah dan
Mat Kontan Kecil yang membuatnya kesal. Oleh karena itu, Mat Kontan teringat
pada burung beo yang sudah dilupakannya selama dua hari. Mat Kontan tidak dapat
menemukan burung tersebut. Pencarian burung beo ini pada akhirnya mengungkapkan
perselingkuhan Soleman dengan Paijah. Pada bagian yang terakhir, yaitu kematian
Mat Kontan Kecil, terjadi secara logis dan meyakinkan. Bayi itu sudah sakit
sejak drama dimulai, tapi baru pada akhir cerita Mat Kontan pergi mencari dukun
untuk mengobatinya. Hal ini membuat pembaca teriris hatinya dan khawatir
kemungkinan terburuk terjadi pada bayi itu. Tiba-tiba tangisnya terhenti.
Kekhawatiran pembaca menjadi kenyataan. Paijah keluar rumah sambil
berteriak-teriak mengatakan kalau anaknya sudah mati.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana sikap tokoh Mat Kontan
dalam menghadapi konflik tersebut?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar