Selasa, 08 Oktober 2013

Ulfah Desiana (2222112354)


NAMA                        : ULFAH DESIANA
NIM                            : 2222112354
KELAS                       : VD
MATA KULIAH       : KAJIAN DRAMA

TUGAS I
PENGERTIAN DRAMA
Ø  Menurut saya, Drama adalah karya atau hati sastra yang dapat dinikmati melalui dua arah yaitu dibaca dan dipentaskan. Menurut saya, Drama adalah sebuah karya sastra yang dapat dinikmati di dunia nyata karena kita tidak dibuatnya berhanyal lewat jalan ceritanya namun drama bisa kita lihat bagaimana jalan cerita melalui pertunjukan drama, dan ciri khas dari drama yaitu karena adanya dialog atau percakapan antar tokohnya. 

TUGAS II
Satuan isi Cerita ( Sekuen ) Naskah Drama RT NOL RW NOL karya Iwan Simatupang
Adegan 1
·         Deskripsi tempat, keadaan dan situasi kolong jembatan ( hal 1 )
·         Dialog antara Kakek, Pincang dan Ani mengenai peraturan jalan di atas jembatan
 ( hal 2, 3 )
·         Dialog antara Kakek, Pincang, Ani dan Ina mengenaia cuaca yang akan turun hujan lebat ( hal 2, 3 )
·         Dialog antara Kakek, Pincang, Ani dan Ina mengenai makanan ( hal 3, 4 )
·         Dialog Pincang (ekspresi marah ) mengenai perbincangan Abang Becak langganan Ani dan Ina ( hal 4 )
·         Dialog perdebatan Pincang ( cemburu )  dengan  Ani terhadap Abang Becak
( hal 4)
·         Dialog antara Kakek dan Pincang yang mencemooh Ani dan Ina yang akan pergi dinas ( PSK ) ( hal  5 )
·         Deskripsi kepergian Ani dan Ina di tengah guyuran hujan lebat ( hal 5 )

Adegan 2
·         Deskripsi Pincang dan Kakek saat makan malam menggunakan kaleng bekas mentega ( hal 6 )
·         Deskripsi Kakek yang menjilati tangan dan kaleng makanan bekas Pincang
( hal 6)
·         Deskripsi Kakek duduk di jembatan pilar beton dekat jalan  ( hal 7 )
·         Dialog antara Kakek dan pincang mengenai kenangan dan harga diri, gelandangan dan saat meninggal ( hal 7, 8, 9 )
Adegan 3
·         Deskripsi suasana hujan yang mulai reda, dan suara mobil menderu-deru ( hal 9 )
·         Deskripsi kedatangan Bopeng dan Ati ( hal 10 )
·         Dialog Kakek, Pincang dan Bopeng mengenai peristiwa yang terjadi pada Ati
( hal 11 )
·           Deskripsi pertengkaran antara Pincang dan Bopeng yang di lerai oleh Kakek karena kata-kata Pincang yang membuat Bopeng tersinggung.( hal 11,12, )
·           Deskripsi Ati yang memberikan bungkusan makanan kepada Kakek hasil uang muka Bopeng karena diterima kerja di kapal ( 13 )
·           Deskripsi Bopeng yang duduk di beton, lalu Ati mendekatinya dengan malu-malu sedangkan Kakek dan Pincang lahap menyantap bungkusan makanan dari Bopeng (  hal 13 )
·           Deskripsi kekecewaan Ati dan Kakek karena mengetahui mulai besok Bopeng bekerja sebagai klasi kapal yang artinya akan pergi meninggalkan kolong jembatan ( hal 13, 14 )
·           Deskripsi Ati yang menangis karena Bopeng tidak bisa membawa Ati berlayar
 ( hal 14)
·            Deskripsi Pincang yang menantang Bopeng berkelahi yang membuat suasana makin tegang ( hal 14, 15 )
·           Deskripsi Bopeng yang terpesona terhadap perkataan Pincang yang bertanggungb jawab ( hal 15 )
·           Deskripsi suasana yang hening karena semua orang hanya mendengarkan isak tangis Ati ( hal 16 )
Adegan 4
·      Deskripsi suara lonceng becak dan kedatangan Ani ( hal 17 )
·      Deskripsi Ina yang memberikan bungkusan makanan kepada Kakek ( 17 )
·      Deskripsi Ina yang memeluk Bopeng dengan girang karena mendangar kabar Bopeng mendapatkan pekerjaan ( hal 17 )
·      Deskripsi kesedihan Kakek karena mendapatkan makanan enak dan banyak namun harus dianyar `dengan perpisahan ( hal17, 18 )
·      Deskripsi  Ina yang bercerita tentang peristiwa yang dialami oleh Ani, dan yang lain mendengarkan sambil menimpali cerita Ina sambil tertawa ( hal 18-23 )
·      Deskripsi suasana yang haru karena Ina bercerita sambil menangis tentang razia yang menimpa mereka yang akhirnya awal dari kehidupan mereka pergi dari kolong jembatan ( hal 23 )
·      Deskripsi Ina tentang hubungannya dengan Pincang yang harus diakhiri karena ketidakpastiannya kondisi Pincang, yang akhirnya lebih memilih untuk hidup bersama Abang Becak untuk mendapatkan sebuah status ( hal 23-24 )
·      Deskripsi kepergian Ina meninggalkan kolong jembatan yang iya sebut sebagai RT NOL RW NOL ( hal 25 )
·      Dialog antara Ati dan Kakek beserta Bopeng yang menginginkan Pincang ikut bersama Ati ke kampung halaman Ati ( hal 25-28 )
·      Deskripsi suasana haru karena pincang bersedia ikut bersama Ati ( hal 29 )
·      Dskripsi Kakek, Ati, Pincang dan Bopeng tidur atau beristirahat ( hal 30 )

1.      KONSTRUKSI PLOT DAN ANATOMI DRAMA ( Naskah Drama RT 0 RW 0 )
·         Eksposisi :
Disebuah kota besar hiruk – pikuk kendaraan yang melintas di atas jembatan yang tidak begitu besar, hidup beberapa orang di bawahnya.  Seorang kakek tinggal di bawah kolong jembatan itu dia adalah mantan klasi kapal, ada pula Si pincang dengan kondisi fisiknya yang kurang telah mencari kerja kemana – mana dan tidak pernah mendapatkan hasil yang memuaskan, dengan di temani  Ani dan Ina kakak – beradik yang bekerja sebagai  PSK ( Pekerja Seks Komersial ) mereka meratapi kejamnya kota besar.
Yang kemudian membawa sebuah permasalahan pelik diantara mereka, Pincang telah putus asa dengan kehidupan yang Ia alami, karena tidak pernah satu pun ia berhasil mendapatkan sebuah pekerjaan yang dapat menunjang kebutuhan hidupnya.
Datanglah seorang laki – laki bernama Bopeng, Ia adalah mantan penghuni kolong jembatan tempat tinggal kakek, pincang, Ani dan Ina. Ia telah bekerja di sebuah kapal  sebagai Klasi Kapal, tapi Ia membawa seorang wanita bersamanya yang bernama Ati. Ati adalah sosok wanita yang mencari Suaminya yang entah kemana telah menghilang dan kemudian Ia tersesat dan kehabisan uang untuk pulang ke kampungnya.
Karena iri hati Pincang pun selalu memojokkan Bopeng, karena pada awal bertemu dengan Ati, Bopeng berjanji untuk mengantarkannya pulang ke kampung tetapi karena adanya panggilan kerja sebagai klasi kapal Bopeng mengurungkan niat tersebut.
Setelah pertengkaran argumen antara Si Pincang dan Bopeng, akhirnya kakek pun menengahi pertengkaran mereka, selang beberapa waktu Ani dan Ina pun datang setelah bekerja dengan membawa kabar bahwa mereka akan dinikahi oleh Pria yang menjadi langganan mereka. Akhirnya mereka meninggalkan kolong jembatan yang menjadi tempat mereka tinggal. Disusul oleh bopeng dan Si pincang yang akan berjuang mengantarkan Ati kembali ke kampung halamannya dan berjanji mencari pekerjaan kembali dan menikahi Ati. Akhir cerita Tinggal lah Kakek sendiri di bawah jembatan itu yang mereka semua memberi nama tempat tinggal mereka RT NOL RW NOL.
·         Tahap Kemunculan Konflik :
Konflik pada Drama RT Nol RW Nol muncul  saat para tokoh sudah merasa tidak ingin tinggal di bawah kolong jembatan, saat para tokoh bekeinginan untuk hidup lebih baik layaknya mahluk sosial lainnya seperti ingin memiliki sebuah kartu penduduk.
Konflik pada drama ini juga muncul saat kedatangan Bopeng dengan membawa seorang wanita bernama Ati yang menimbulkan perdebatan antara Pincang dan Bopeng.
·         Tahap Klimaks :
yaitu saat perdebatan antara Bopeng dan Pincang yang saling mempertahankan argumentasi hingga hampir terjadi adu fisik yang akhirnya dapat dilerai oleh Kakek.
Ina dan Ani yang terkena razia oleh polisi yang membawa mereka awal untuk mendapatkan sebuah identitas.

·         Tahap Resolusi
Pada tahap ini suatu penyelesaian sudah tergambarkan yaitu saat Bopeng terpesona mendengar ucapan-ucapan Pincang yang menurutnya bijaksana dan bertanggung jawab yang mengakhiri perdebatan antara Pincang dan Bopeng.
Ani yang dilamar oleh seorang lelaki yang biasa menjadi langganannya setiap malam dan Ina yang akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari langganan abang becak yang menemani mereka bekerja malam.
·         Tahap Penyelesaian
Pada tahap ini tokoh-tokoh sudah mendapatkan penyelesaian hidupnya masing-masing.
Bopeng ; bekerja sebagai klasi kapal
Pincang ; ikut bersama Ati ke kampung halaman ati dengan niatan untuk bekerja dan jika diperbolehkan oleh Orang Tua Ati, akan menjadi suami Ati
Ani ; memutuskan untuk menikah dengan lelaki langganannya dan bertekad untuk mengurusi anak-anak dari leleki yang menikahinya,
Ina : memutuskan untuk menikah dengan Abang Becak langganannya dengan segala kemungkinan resiko yang akan terjadi.
Kakek ; dengan kondisinya yang tua Kakek memutuskan untuk tetep tinggal di bawah kolong jembatan hingga ajal menjemput.
dari penyelesaian di atas para tokoh sudah bisa menyelesaikan masalah yang kehidupannya masing-masing dan mereka mendapatkan sebuah identitas atau kartu penduduk yang bisa membuat harga dirinya dianggap oleh masyarakat umum.

2.      STRUKTUR DRAMA
1.      Tema        : Tema dari naskah drama RT NOL RW NOL ini adalah realita sosial perjuangan hidup. bagaimana para tokoh mempertahankan hidupnya di tengah-tengah status sosial pada masa itu .  Terlihat dari dialog-dialog yang yang idealis dan lebih menonjolkan sikap pantang menyerah.
2.      Amanat    : Amanat dalam naskah RT NOL RW NOL ini yaitu sebagai manusia harus selalu berusaha dan berjuang dalam menjalani hidup tanpa ada keputusasaan dalam hidup.
3.      Alur          : Adapun alur yang terdapat pada drama RT NOL RW NOL adalah alur majuatau alur lurus. Dimana penulis naskah drama menceritakan dari awal mula adegan sampai pada akhir adegan.


4.      Latar        : Latar yang terdapat pada drama ini terdapat latar tempat dan latar waktu.          Latar tempat yang terdapat pada drama ini berlatar dibawah jembatan besar Penulis    naskah ini dengan jelas menuliskan latar yang terdapat dalam drama ini.

5.      Sudut pandang : orang pertama dan orang ketiga.

6.      Suasana    :

-          Tegang
Kutipan: “Kalau maksudmu, bahwa gara-gara ucapanku yang barusan kita terpaksa berkelahi. Ayo berkelahi!”
-          Bahagia
Kutipan: “Aku berharap, suatu hari dapat melihat kau lewat, naik becak suamimu, kau dan anakmu sehat dan montok-montok. Selamat jalan, Nak.”
7.      Tokoh dan Penokohan :
1.      Kakek             :
Bijaksana
Kutipannya : “Jangan bingungkan dirimu lebih lama lagi dalam kerangka-kerangka kata-kata mu yang meawang itu.”
Penyabar
Kutipannya: “kelenggangan disebabkan perpisahan, terkadang lebih parah dari kematian sendiri. Mengapa pula kita, manusia-manusia gelandangan, berbuat seolah tak mengerti itu?”

2.      Pincang          :
Pemarah
Kutipannya: “Apa aku harus menutup mulutku terus? Mengapa setiap ucapanku kau anggap sebagai cari fasal saja?”
3.      Ani                  :
Keras kepala
Kutipannya: “Semuanya itu akan kami nikmati mala mini. Cara apapun akan kami jalani, asal kami dapat menemukannya malam ini. Ya, mala mini juga!”
Pantang menyerah
Kutipannya: “Terus, pantang mundur! Kita bukan dari garam, kan?”
4.      Bopeng           : Rendah Hati
Kutipannya: “Sabar. Rokok sungguhpun ada. Malah sebungkus utuh.”
5.      Ina                  : Penyabar
Kutipannya: “Sudahlah Kak. Hujan atau tak hujan, kita tetap keluar.”
6.      Ati                   : Pemalu
Kutipannya: “Malu Kek. Kami berangkat dari sana dengan pesta dan doa. Segala pakaian dan perhiasan emasku didalamnya, telah dia bawa kabur.”
8.     Setting ( gambaran sosial )
Setting di sini ialah bagaimana gambaran sosial yang dialami oleh para tokoh dalam naskah drama RT NOL RW NOL . bagaimana lingkungan sosial pada waktu itu memandang seorang tuna karya bahkan gelandangan dan status soaial dari para tokoh pada naskah tersebut. untuk lebih memudahkan analisis maka dibutuhkan suatu metode atau pendekatan. karena naskah drama RT NOL RW NOL lebih banyak membicarakan tentang sosial maka pendekatan yang  lebih tepat yaitu pendekatan sosiologi.
Sosiologi sastra = sosio sastra = pendekatan sosiologis = pendekatan sosiokultural adalah teori dan pendekatan terhadap karya sastra yang menghubungkan karya sastra dengan aspek masyarakat, atau pendekatan ekstrinsik yang lebih menjadikan hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan sebagai penjelas fenomena sosia.
Terdapat tiga aspek yang terdapat pada pendekatan sosiologi sastra; pertama, Konteks sosial pengarang --- berhubungan dengan posisi sosial sastrawan dan kaitannya dengan masyarakat pembaca. kedua, Sastra sebagai cermin masyarakat --- sampai sejauh mana sastra dapat dianggap mencerminkan keadaan masyarakat. ketiga Fungsi sosial sastra --- sampai seberapa jauh nilai sastra berkaitan dengan nilai sosial dan sampai seberapa jauh nilai sastra dipengaruhi oleh nilai sosial.
Melihat aspek dari sosiologi sastra di atas, maka untuk drama RT NOL RW NOL lebih condong kepada sastra sebagai cerminan masyarakat, yaitu mencerminkan keadaan masyarakat pada waktu itu. Bagaimana para tokoh merasa harga dirinya tidak dianggap oleh masyarakat. Bagaimana sulitnya para tokoh mempunyai sebuah identitas di tengah-tangah kehidupan sosialnya. Misalnya, sangat terlihat pada naskah drama tersebut sosok Pincang dengan kekurangan fisiknya dia dianggap tidak berguna oleh masyarakat sehingga tidak pernah mendapatkan pekerjaan. Selain itu sosok kakak-beradik Ani dan Ina yang mempunyai pekerjaan sebagai psk sangat dipandang rendah oleh masyarakat sekitar sehingga untuk mendapatkan suatu identitas atau pengakuan akan keberadaan mereka di masyarakat mereka rela menikah dengan siapapun untuk mendapatkan kartu penduduk. Bagaimana para tokoh  berusaha supaya masyarakat menganggap mereka ada itu sangat terlihat sekali dari awal cerita hingga akhir cerita. Yang paling penting di sini yaitu bagaimana para tokoh berjuang mempertahankan hidup sebagai seorang tuna karya di tengah-tengah hiruk pikuk kota besar dengan predikat status sosial sangat penting bagi semua masyarakat yang hidup di kota besar. karena status sosial pada d rama rt nol rw nol sama artinya dengan identitas dan harga diri.
3.         RUMUSAN MASALAH
untuk mempermudah dalam menganalisis naskah drama yang berjudul rt nol rw nol, maka dibuat rumusan masalah sebagai berikut :

1.                  Apakah Pendekatan yang dipergunakan untuk  menganalisis Drama RT NOL RW NOL ?
2.                  Bagaimana Gambaran sosial kehidupan para tokoh RT NOL RW NOL ?
3.                  Adakah ketimpangan sosial yang terjadi pada drama RT NOL RW NOL ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar