NAMA : ULFAH DESIANA
NIM : 2222112354
KELAS : VD
MATA
KULIAH : KAJIAN DRAMA
TUGAS
I
PENGERTIAN
DRAMA
Ø Menurut
saya, Drama adalah karya atau hati sastra yang dapat dinikmati melalui dua arah
yaitu dibaca dan dipentaskan. Menurut saya, Drama adalah sebuah karya sastra
yang dapat dinikmati di dunia nyata karena kita tidak dibuatnya berhanyal lewat
jalan ceritanya namun drama bisa kita lihat bagaimana jalan cerita melalui
pertunjukan drama, dan ciri khas dari drama yaitu karena adanya dialog atau percakapan
antar tokohnya.
TUGAS II
Satuan isi Cerita (
Sekuen ) Naskah Drama RT NOL RW NOL karya Iwan Simatupang
Adegan 1
·
Deskripsi tempat,
keadaan dan situasi kolong jembatan ( hal 1 )
·
Dialog antara Kakek, Pincang
dan Ani mengenai peraturan jalan di atas jembatan
( hal 2, 3 )
·
Dialog antara Kakek, Pincang,
Ani dan Ina mengenaia cuaca yang akan turun hujan lebat ( hal 2, 3 )
·
Dialog antara Kakek, Pincang,
Ani dan Ina mengenai makanan ( hal 3, 4 )
·
Dialog Pincang (ekspresi
marah ) mengenai perbincangan Abang Becak langganan Ani dan Ina ( hal 4 )
·
Dialog perdebatan Pincang
( cemburu ) dengan Ani terhadap Abang Becak
( hal 4)
·
Dialog antara Kakek dan
Pincang yang mencemooh Ani dan Ina yang akan pergi dinas ( PSK ) ( hal 5 )
·
Deskripsi kepergian Ani
dan Ina di tengah guyuran hujan lebat ( hal 5 )
Adegan 2
·
Deskripsi Pincang dan Kakek
saat makan malam menggunakan kaleng bekas mentega ( hal 6 )
·
Deskripsi Kakek yang
menjilati tangan dan kaleng makanan bekas Pincang
( hal 6)
·
Deskripsi Kakek duduk
di jembatan pilar beton dekat jalan (
hal 7 )
·
Dialog antara Kakek dan
pincang mengenai kenangan dan harga diri, gelandangan dan saat meninggal ( hal
7, 8, 9 )
Adegan 3
·
Deskripsi suasana hujan
yang mulai reda, dan suara mobil menderu-deru ( hal 9 )
·
Deskripsi kedatangan Bopeng
dan Ati ( hal 10 )
·
Dialog Kakek, Pincang dan
Bopeng mengenai peristiwa yang terjadi pada Ati
( hal 11 )
·
Deskripsi pertengkaran
antara Pincang dan Bopeng yang di lerai oleh Kakek karena kata-kata Pincang yang
membuat Bopeng tersinggung.( hal 11,12, )
·
Deskripsi Ati yang
memberikan bungkusan makanan kepada Kakek hasil uang muka Bopeng karena
diterima kerja di kapal ( 13 )
·
Deskripsi Bopeng yang
duduk di beton, lalu Ati mendekatinya dengan malu-malu sedangkan Kakek dan Pincang
lahap menyantap bungkusan makanan dari Bopeng (
hal 13 )
·
Deskripsi kekecewaan Ati
dan Kakek karena mengetahui mulai besok Bopeng bekerja sebagai klasi kapal yang
artinya akan pergi meninggalkan kolong jembatan ( hal 13, 14 )
·
Deskripsi Ati yang
menangis karena Bopeng tidak bisa membawa Ati berlayar
( hal 14)
·
Deskripsi Pincang yang menantang Bopeng berkelahi
yang membuat suasana makin tegang ( hal 14, 15 )
·
Deskripsi Bopeng yang
terpesona terhadap perkataan Pincang yang bertanggungb jawab ( hal 15 )
·
Deskripsi suasana yang
hening karena semua orang hanya mendengarkan isak tangis Ati ( hal 16 )
Adegan 4
·
Deskripsi suara lonceng
becak dan kedatangan Ani ( hal 17 )
·
Deskripsi Ina yang
memberikan bungkusan makanan kepada Kakek ( 17 )
·
Deskripsi Ina yang
memeluk Bopeng dengan girang karena mendangar kabar Bopeng mendapatkan
pekerjaan ( hal 17 )
·
Deskripsi kesedihan Kakek
karena mendapatkan makanan enak dan banyak namun harus dianyar `dengan
perpisahan ( hal17, 18 )
·
Deskripsi Ina yang bercerita tentang peristiwa yang
dialami oleh Ani, dan yang lain mendengarkan sambil menimpali cerita Ina sambil
tertawa ( hal 18-23 )
·
Deskripsi suasana yang
haru karena Ina bercerita sambil menangis tentang razia yang menimpa mereka
yang akhirnya awal dari kehidupan mereka pergi dari kolong jembatan ( hal 23 )
·
Deskripsi Ina tentang
hubungannya dengan Pincang yang harus diakhiri karena ketidakpastiannya kondisi
Pincang, yang akhirnya lebih memilih untuk hidup bersama Abang Becak untuk
mendapatkan sebuah status ( hal 23-24 )
·
Deskripsi kepergian Ina
meninggalkan kolong jembatan yang iya sebut sebagai RT NOL RW NOL ( hal 25 )
·
Dialog antara Ati dan Kakek
beserta Bopeng yang menginginkan Pincang ikut bersama Ati ke kampung halaman Ati
( hal 25-28 )
·
Deskripsi suasana haru
karena pincang bersedia ikut bersama Ati ( hal 29 )
·
Dskripsi Kakek, Ati, Pincang
dan Bopeng tidur atau beristirahat ( hal 30 )
1. KONSTRUKSI
PLOT DAN ANATOMI DRAMA ( Naskah Drama RT 0 RW 0 )
·
Eksposisi :
Disebuah
kota besar hiruk – pikuk kendaraan yang melintas di atas jembatan yang tidak
begitu besar, hidup beberapa orang di bawahnya. Seorang kakek tinggal di
bawah kolong jembatan itu dia adalah mantan klasi kapal, ada pula Si pincang
dengan kondisi fisiknya yang kurang telah mencari kerja kemana – mana dan tidak
pernah mendapatkan hasil yang memuaskan, dengan di temani Ani dan Ina
kakak – beradik yang bekerja sebagai PSK ( Pekerja Seks Komersial )
mereka meratapi kejamnya kota besar.
Yang
kemudian membawa sebuah permasalahan pelik diantara mereka, Pincang telah putus
asa dengan kehidupan yang Ia alami, karena tidak pernah satu pun ia berhasil
mendapatkan sebuah pekerjaan yang dapat menunjang kebutuhan hidupnya.
Datanglah
seorang laki – laki bernama Bopeng, Ia adalah mantan penghuni kolong jembatan
tempat tinggal kakek, pincang, Ani dan Ina. Ia telah bekerja di sebuah
kapal sebagai Klasi Kapal, tapi Ia membawa seorang wanita bersamanya yang
bernama Ati. Ati adalah sosok wanita yang mencari Suaminya yang entah kemana
telah menghilang dan kemudian Ia tersesat dan kehabisan uang untuk pulang ke
kampungnya.
Karena iri
hati Pincang pun selalu memojokkan Bopeng, karena pada awal bertemu dengan Ati,
Bopeng berjanji untuk mengantarkannya pulang ke kampung tetapi karena adanya
panggilan kerja sebagai klasi kapal Bopeng mengurungkan niat tersebut.
Setelah
pertengkaran argumen antara Si Pincang dan Bopeng, akhirnya kakek pun menengahi
pertengkaran mereka, selang beberapa waktu Ani dan Ina pun datang setelah
bekerja dengan membawa kabar bahwa mereka akan dinikahi oleh Pria yang menjadi
langganan mereka. Akhirnya mereka meninggalkan kolong jembatan yang menjadi
tempat mereka tinggal. Disusul oleh bopeng dan Si pincang yang akan berjuang
mengantarkan Ati kembali ke kampung halamannya dan berjanji mencari pekerjaan
kembali dan menikahi Ati. Akhir cerita Tinggal lah Kakek sendiri di bawah
jembatan itu yang mereka semua memberi nama tempat tinggal mereka RT NOL RW
NOL.
·
Tahap Kemunculan Konflik :
Konflik pada Drama RT Nol RW Nol muncul saat para tokoh sudah merasa tidak ingin
tinggal di bawah kolong jembatan, saat para tokoh bekeinginan untuk hidup lebih
baik layaknya mahluk sosial lainnya seperti ingin memiliki sebuah kartu
penduduk.
Konflik pada drama ini juga muncul saat kedatangan Bopeng
dengan membawa seorang wanita bernama Ati yang menimbulkan perdebatan antara Pincang
dan Bopeng.
·
Tahap Klimaks :
yaitu saat perdebatan antara Bopeng dan Pincang yang saling
mempertahankan argumentasi hingga hampir terjadi adu fisik yang akhirnya dapat
dilerai oleh Kakek.
Ina dan Ani yang terkena razia oleh polisi yang
membawa mereka awal untuk mendapatkan sebuah identitas.
·
Tahap Resolusi
Pada tahap ini suatu penyelesaian sudah tergambarkan
yaitu saat Bopeng terpesona mendengar ucapan-ucapan Pincang yang menurutnya
bijaksana dan bertanggung jawab yang mengakhiri perdebatan antara Pincang dan Bopeng.
Ani yang dilamar oleh seorang lelaki yang biasa
menjadi langganannya setiap malam dan Ina yang akhirnya memutuskan untuk menerima
lamaran dari langganan abang becak yang menemani mereka bekerja malam.
·
Tahap Penyelesaian
Pada tahap ini tokoh-tokoh sudah mendapatkan
penyelesaian hidupnya masing-masing.
Bopeng ; bekerja sebagai klasi kapal
Pincang ; ikut bersama Ati ke kampung halaman ati
dengan niatan untuk bekerja dan jika diperbolehkan oleh Orang Tua Ati, akan
menjadi suami Ati
Ani ; memutuskan untuk menikah dengan lelaki
langganannya dan bertekad untuk mengurusi anak-anak dari leleki yang
menikahinya,
Ina : memutuskan untuk menikah dengan Abang Becak langganannya
dengan segala kemungkinan resiko yang akan terjadi.
Kakek ; dengan kondisinya yang tua Kakek memutuskan
untuk tetep tinggal di bawah kolong jembatan hingga ajal menjemput.
dari penyelesaian di atas para tokoh sudah bisa
menyelesaikan masalah yang kehidupannya masing-masing dan mereka mendapatkan
sebuah identitas atau kartu penduduk yang bisa membuat harga dirinya dianggap
oleh masyarakat umum.
2.
STRUKTUR DRAMA
1. Tema
: Tema dari naskah drama RT NOL RW NOL ini adalah
realita sosial perjuangan hidup. bagaimana para tokoh mempertahankan hidupnya
di tengah-tengah status sosial pada masa itu . Terlihat dari dialog-dialog yang yang idealis
dan lebih menonjolkan sikap pantang menyerah.
2. Amanat
: Amanat dalam naskah RT NOL RW NOL ini
yaitu sebagai manusia harus selalu berusaha dan berjuang dalam menjalani hidup
tanpa ada keputusasaan dalam hidup.
3. Alur
: Adapun alur yang terdapat pada drama RT NOL RW NOL
adalah alur majuatau alur lurus. Dimana penulis naskah drama menceritakan dari
awal mula adegan sampai pada akhir adegan.
4. Latar
: Latar yang terdapat pada drama ini terdapat latar
tempat dan latar waktu. Latar
tempat yang terdapat pada drama ini berlatar dibawah jembatan besar Penulis naskah ini dengan jelas menuliskan latar yang
terdapat dalam drama ini.
5. Sudut
pandang : orang pertama dan orang ketiga.
6. Suasana
:
- Tegang
Kutipan:
“Kalau maksudmu, bahwa gara-gara ucapanku yang barusan kita terpaksa berkelahi.
Ayo berkelahi!”
- Bahagia
Kutipan:
“Aku berharap, suatu hari dapat melihat kau lewat, naik becak suamimu, kau dan
anakmu sehat dan montok-montok. Selamat jalan, Nak.”
7. Tokoh
dan Penokohan :
1. Kakek
:
Bijaksana
Kutipannya :
“Jangan bingungkan dirimu lebih lama lagi dalam kerangka-kerangka kata-kata mu
yang meawang itu.”
Penyabar
Kutipannya:
“kelenggangan disebabkan perpisahan, terkadang lebih parah dari kematian
sendiri. Mengapa pula kita, manusia-manusia gelandangan, berbuat seolah tak mengerti
itu?”
2. Pincang
:
Pemarah
Kutipannya:
“Apa aku harus menutup mulutku terus? Mengapa setiap ucapanku kau anggap
sebagai cari fasal saja?”
3. Ani
:
Keras kepala
Kutipannya:
“Semuanya itu akan kami nikmati mala mini. Cara apapun akan kami jalani, asal
kami dapat menemukannya malam ini. Ya, mala mini juga!”
Pantang
menyerah
Kutipannya:
“Terus, pantang mundur! Kita bukan dari garam, kan?”
4. Bopeng
: Rendah Hati
Kutipannya:
“Sabar. Rokok sungguhpun ada. Malah sebungkus utuh.”
5. Ina
: Penyabar
Kutipannya:
“Sudahlah Kak. Hujan atau tak hujan, kita tetap keluar.”
6. Ati
: Pemalu
Kutipannya:
“Malu Kek. Kami berangkat dari sana dengan pesta dan doa. Segala pakaian dan
perhiasan emasku didalamnya, telah dia bawa kabur.”
8. Setting ( gambaran sosial )
Setting di
sini ialah bagaimana gambaran sosial yang dialami oleh para tokoh dalam naskah
drama RT NOL RW NOL . bagaimana lingkungan sosial pada waktu itu memandang
seorang tuna karya bahkan gelandangan dan status soaial dari para tokoh pada
naskah tersebut. untuk lebih memudahkan analisis maka dibutuhkan suatu metode
atau pendekatan. karena naskah drama RT NOL RW NOL lebih banyak membicarakan
tentang sosial maka pendekatan yang
lebih tepat yaitu pendekatan sosiologi.
Sosiologi sastra = sosio sastra = pendekatan
sosiologis = pendekatan sosiokultural adalah teori dan pendekatan terhadap
karya sastra yang menghubungkan karya sastra dengan aspek masyarakat, atau pendekatan
ekstrinsik yang lebih menjadikan hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan
sebagai penjelas fenomena sosia.
Terdapat
tiga aspek yang terdapat pada pendekatan sosiologi sastra; pertama, Konteks sosial
pengarang --- berhubungan dengan posisi sosial sastrawan dan kaitannya dengan
masyarakat pembaca. kedua, Sastra sebagai
cermin masyarakat --- sampai sejauh mana sastra dapat dianggap mencerminkan
keadaan masyarakat. ketiga Fungsi sosial
sastra --- sampai seberapa jauh nilai sastra berkaitan dengan nilai sosial dan
sampai seberapa jauh nilai sastra dipengaruhi oleh nilai sosial.
Melihat
aspek dari sosiologi sastra di atas, maka untuk drama RT NOL RW NOL lebih
condong kepada sastra sebagai cerminan masyarakat, yaitu mencerminkan keadaan
masyarakat pada waktu itu. Bagaimana para tokoh merasa harga dirinya tidak
dianggap oleh masyarakat. Bagaimana sulitnya para tokoh mempunyai sebuah
identitas di tengah-tangah kehidupan sosialnya. Misalnya, sangat terlihat pada
naskah drama tersebut sosok Pincang dengan kekurangan fisiknya dia dianggap
tidak berguna oleh masyarakat sehingga tidak pernah mendapatkan pekerjaan. Selain
itu sosok kakak-beradik Ani dan Ina yang mempunyai pekerjaan sebagai psk sangat
dipandang rendah oleh masyarakat sekitar sehingga untuk mendapatkan suatu
identitas atau pengakuan akan keberadaan mereka di masyarakat mereka rela
menikah dengan siapapun untuk mendapatkan kartu penduduk. Bagaimana para
tokoh berusaha supaya masyarakat
menganggap mereka ada itu sangat terlihat sekali dari awal cerita hingga akhir
cerita. Yang paling penting di sini yaitu bagaimana para tokoh berjuang
mempertahankan hidup sebagai seorang tuna karya di tengah-tengah hiruk pikuk
kota besar dengan predikat status sosial sangat penting bagi semua masyarakat
yang hidup di kota besar. karena status sosial pada d rama rt nol rw nol sama
artinya dengan identitas dan harga diri.
3.
RUMUSAN MASALAH
untuk mempermudah dalam menganalisis
naskah drama yang berjudul rt nol rw nol, maka dibuat rumusan masalah sebagai
berikut :
1.
Apakah Pendekatan
yang dipergunakan untuk menganalisis Drama
RT NOL RW
NOL ?
2.
Bagaimana Gambaran
sosial kehidupan para tokoh RT NOL RW NOL ?
3.
Adakah
ketimpangan sosial yang terjadi pada drama RT NOL RW NOL ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar