Nama :Welly N
Nim :2222102463
Kelas :V D
Mk :Kajian
Drama Indonesia
Pendekatan objektif dalam drama berjudul ‘’Malam
Jahanam karya Motinggo Boesje’’
Sinopsis
Di pinggiran laut,Para nelayan selalu tampak gembira meslipun miskin.Malam
ini,perkampungan nelayan itu, di rumah Mat Kontan dan Soleman tampak sepi.Rumah
yang dihadapan rumah soleman itulah rumah Mat Kontan,seseorang yang sombongdi
kampung itu.Para Pria bercelana katok serta berbaju kaus hitanm dengan golok
diikat di pinggang,sedangkan Para Wanita pakaiannya mencolok ditubuh padatnya.
Sementara Paijah menunggu kepulangan suaminya,Mat Kontan karena ia khawatir
dengan kondisi Kontan kecil yang sakit.Tak lama kemudian Mat Kontan pulang
sambil membawa pulang burung perkutut yang baru ia beli.ia lebih memilih
membangga-banggakan burung perkututnya dibandingkan anaknya yang sedang
sakit.padahal iaselalu membangga-banggakan anaknya kepada kawan-kawan lamanya
yang selalu mengejek ia mandul.Mat komtan selalu membangga-banggakan sesuatu
yang ia miliki,terutama burung beo dn perkutut yang dimiliknya.Konfliks di
mulai ketika ia mencari burung beo yang hilang,akan tetapi Utai mengatakan
bahwa burung beo milik Mat kontan telah mati,hal itu membuat mat kontan
berang,dan ia mengajak Utai untuk ke tukang nujum mencari tau orang yang telah
membunuh burung beo miliknya,akan tetapi tukang nujum itu telah meninggal.Mat
kontan menanyakan kepada paijah siapa yang telah membunuh burung beo
kesayangannya.Paijah takut jika Mat kontan membunuh Soleman.Akhirnya Soleman
mengaku bahwa ia yang telah membunuh burung beo itu karena merasa tersiksa,dan
terbongkarlah perselingkuhan Paijah dengan Soleman sehingga membuat Mat Kontan
marah dan berniat membunuh Solemam dan hal itu membuat paijah takut dibunuh
oleh Mat Kontan,akan tetapi Mat Kontan gagal membunuh Soleman karena Soleman
berhasil kabur,sementara Utai mati karena lehernya patah akibat ditendang
soleman,dan tak lama setelah itu Kontan kecil mati karena sakitnya tidak sempat
disembuhkan,Paijah histeris dengan kematian Konta kecil
TEMA
Menceritakan Masalah tentang perselingkuhan
antara tokoh Paijah dengan tokoh Soleman.
SETTING
Setting drama ini adalah
dipingiran laut.
ALUR
Alur dalam drama ini
menggunakan alur maju,dimana setiap naskah diceritakan berbagai macam konflik
para tokh serta pemecahan masalah yang dialami para tokoh.Alur mencapai puncak
tegang ketika Mat Kontan hendak membunuh Paijah dan Soleman,lantaran mereka
telah berselingkuh.Soleman yag ketakutan segera berlari,sementara Utai mati
karena lehernya patah akibatditendang Soleman.
Tokoh dan Penokohan
Mat Kontan :Emosi,Sombong,dan agak Pengecut
Paijah :Tidak
Setia,Cemas
Soleman :Agak pengecut,Penghianat
Utai
:Bodoh
Pendekatan Objektif
Pendekatan Objektif adalah pendekatan yang lebih menitikberatkan karya sastra
pada struktur karya sastra itu sendiri tanpa adanya unsur ekstrinsik seperti
emosi si pengarang,latar belakang sosial/budaya si pengarang.dimana dalam
mengkaji karya sastra ini hanya melihat unsur-unsur intrinsik karya sastra itu
sendiri,seperti Alur, Setting, Tokoh dan Penokohan,Unsur Intrinsik,
dan Amanat.Pendekatan Objektif umumnya hanya mengkaji struktur yang
membangun karya sastra itu sendiri atau objek yang ada dalam struktur karya
sastra itu sendiri.
Pendekatan Objektif tidak dapat dikaji dengan pendekatan lainnya karena
Pendekatan Objektif menggambarkan konflik yang dialami para tokoh beserta
penyelesaian permasalahan antar tokoh itu sendiri.
Amanat
Amanat dalam drama ini adalah jangan emosi dalam menghadapi masalah yang ada
karena hanya akan membuat masalah semakin panas atau kacau dan berani tanggung
jawab terhadap tindakan yang telah diperbuat,jujurlah terhadap sesuatu yang
telah diperbuat tanpa menutupi kenyataan yang terjadi
Kesimpulan
Drama malam jahanam merupakan drama yang menceritakan tentang masalah
perselingkuhan yang realitas atau ada kehidupan nyata masyarakat sehari-hari
yaitu tentang perselingkuhan yang memang terjadi dalam kehidupan
masyarakat.Drama Malam Jahanam menggunakan pendekatan Objektif yang
hanyaterdiridari unsur-unsur intrinsik,Alur,Setting,Tokoh dan Penokohan,Amanat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar