Nama : Ratih Komala Sari
Kelas : V-D
Nim : 2222112140
MK : Kajian Drama Indonesia
TUGAS
1
·
Pengertian
Drama
Jika
saya lihat dari beberapa naskah drama, yang pernah syaa baca. Muncul kesimpulan
dalam benak saya, bahwa drama adalah adalah salah satu studi yang memepelajari
tehntang bermain peran dan mensimulasikan dnegan penuh hayatan. Pada smeeeester
empat, syaa dituntut untuk membaca beberapa naskah drama yang masih saya ingat
salah satunya naskah drama Orang2 ditikungan jalan. Dalam tubuh dan setiap setiap
sudut isi naskah ini sanngat menarik.
Ceritanya sederhana namun cukup mnerenggut empati saya sebagai pemnbaca dan
penikmat drama.
TUGAS
2
·
Analisis
Struktur (Intrinsik dan Ekstrinsik)
Rumusan Masalah :
1)
Adakah nilai-nilai yang
tersirat pada naskah drama orang-oarnag di tikungan jalan?
2)
Apakah drama ini layajk
di analisis melalui stukturalisme?
·
Pokok
Soal Permasalahan
Di dalam naskah drama Orang-orang di
Tikungan Jalan ini terdapat bertumpuk-tumpuk masalah orang-orang yang berada di
sebuah tikungan jalan, banyak pula tokoh yang ada dalam naskah drama ini salah
satunya konflik percintaan yang terjadi antara, Sri si gadis malam (wanita
jalang) dengan Joko yang sedang menepiskan masalah dengan mantannya. Kemudian
konflik keluarga, ada juga konflik si Botak yang melampiaskan masa lalunya
tanpa tahu cara melampiaskan masalah yang baik. Banyak sekali konflik yang
terjadi pada naskah drama ini, namun pada malam itu juga semua permasalahan
mereka selesai dengan waktu yang bersamaan namun dengan cara yang berbeda-beda
tepat di satu lokasi yaitu tikungan jalan.
Intrinsik
·
Tema :
Beragam Masalah Kehidupan
·
Alur :
Alur yang ada pada naskah drama ini menggunakan alur maju, karena si pengarang
atau pembuat naskah membuat naskah ini berurutan dan bertahap-tahap, mulai dari
awal hingga akhir.
·
Setting :
Tikungan Jalan
·
Tokoh : Sri, Joko, Botak dan Anak Jaddah
·
Penokohan
ü Sri
: Seorang wanita jalang yang biasa
memburu para pelanggan di tikungan jalan
ü Joko : Seorang lelaki yang ingin menenangkan
diri karena bermasalah dengan mantannya
ü Botak : Seorang lelaki pendatang baru yang
sebelumnya belum pernah ke tikungan jalan, yang memilki masalah juga
ü Anak
jaddah : Seorang lelaki muda yang gila
karena merasa dirinya anak haram karena tanpa seorang ayah.
· Nilai
Moral : Semua masalah pasti akan ada
jalan keluarnya tanpa harus menyimpang dan semua itu tergantung cara kita
menyelesaikannya
· Nilai
Sosial : Bermasyarakatlah dengan
mencoba membuka diri untuk menenangkan diri
· Nilai
Religius : Janganlah menyimpang dari agama
dan kepercayaanmu sebesar apapun masalah yang dihadapi
· Amanat : Selesaikanlah semua maslaah tanpa
harus menyimpang dari koridor dan batas norma.
Ekstrinsik
Biografi
Pengarang :
·
Nama lengkap : Willibrordus Surendra Bawana Rendra
·
Lahir : Solo, 07 Novembver 1935
·
Wafat : Jakarta, 06 Agustus 2009
·
Pekerjaan : Aktor dan Penyair
·
Julukan : Burung Merak
Pendiidikan
:
·
TK Marsudirini, Yayasan
Kanisius
·
SD/SMP Khatoloit SMA
Pangudi Luhur Santo Yosef, Solo
·
Jurusan Sastra Inggris,
Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM
·
Mendapat beasiswa American Academy Of Dramatical Art
(1964-1967)
Karya
Utama:
Kaki palsu adalah drama pertamanya,
dipentaskan ketika ia di bangku SMP dan orang-orang di tikungan jalan adalah
drama pertamanya yang mendapatkan penghargaan dan hadiah pertama dari kantor
wilayah Departement Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta.
Sinopsis :
Menurut tanggap saya
setelah membaca naskah drama Orang-orang di Tikungan jalan ini menceritakan
tentang beragam permasalahan yang dimiliki setiap tokohnya yang bertemu tepat
di tikungan jalan, banyak permasalahan yang ada dan tentu dengan konflik yang
berbeda-beda, namun semua permasalahan selesai pada malam pertemuan itu juga.
Di dalam drama ini, Sri adalah seorang wanita jalang, Sri mengajarjkan pembaca
bahwa seburuk-buruknya moral seorang Pekerja
Seks Komersial tetap memiliki pearasaan dan rasa sayang pada seseorang
layaknya manusia biasa. Joko yang sedang memiliki masalah dan merasa gundah
dengan masa lalunya, mengajak Sri untuk bercinta dan meringankan bebannya,
awalnya Sri mau melayani Joko, namun Sri berubah pikiran karena ada seorang
lelaki tua yang mau menikahinya dan mau menerima Sri apa adanya dan Sri cukup
merasa terharu dengan apa yang telah dilakukan lelaki tua itu, akhirnya Sri
memutuskan meninggalkan pekerjaannya karena Sri merasa setelah menikah dengan
lelaki tua itu, segala kebutuhan hidupnya akan ditanggung dan dijamin. Tentu Joko
cukup kecewa karena sebenarnya Joko menyukai Sri meskipun Sri seorang wanita
jalang, dan Joko semakin depresi, hingga akhirnya mantan kekasih Joko kembali
dan meminta Joko menikahinya, namun Joko menolak karena Joko merasa sudah
terlalu sakit, hingga akhirnya Joko lebih memilih untuk sendiri. Lalu adapula
kisah seorang yang mengakunya Anak Jaddah yang menurut orang setempat sedikit
gila karena mencari seorang ayah, dia selalu menyebut dirinya sebagai Anak Jaddah
karena dia tak tahu dimana keberadaan ayahnya namun ayahnya tahu keberadaannya,
ibunya meningal sudah cukup lama, sedangkan ayahnya seorang pemabuk berat,
menurut ayah Anak Jaddah ini, dengan bermabuk semua masalah hilang, namun Anak Jaddah
yang memiliki sakit jiwa ini tak mau mengakui ayahnya sebagai ayah kandungnya,
hingga pada akhirnya ayah dan anak jaddah
sama-sama meninggal karena bunuh diri. Setelah
itu ada pula masalah si Botak, Botak disini sebagai seseorang pendatang baru,
yang belum pernah ke tikungan jalan sebelumnya, namun ketika dia mengajak
bicara pada Joko yang baru kenal malam itu juga, si botak cukup mengarahkan dan
menyadarkan Joko bahwasanya semua masalah bisa diselesaikan denganm cara yang
benar tanpa mabuk-mabukan, tanpa mencari seorang pelarian, dan Botak menunjukan
pada Joko cara Botak menyelesaikan masalah dnegan cara sehat dan relaksasi,
yaitu menenangkan diri dengan memangcing di alam bebas. Pada saat itu masalah
selesai pada malam itu juga tepat di tikungan jalan.
Kesimpulan:
Saya mengkaji naskah
drama dengan analisis melalui struktalisme, karena saya kira naskah drama ini
lebih perlu diketahui secara spesifik dan detail mulai dari tema sampai dengan
amanat. Analisis ini tentu saya jadikan pondasi sebelum lebih saya menganalisis
naskah drama yang ke tahap selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar