Selasa, 08 Oktober 2013

Ratih Komala Sari (2222112140)



Nama   : Ratih Komala Sari
Kelas   : V-D
Nim     : 2222112140
MK      : Kajian Drama Indonesia


TUGAS 1
·           Pengertian Drama
Jika saya lihat dari beberapa naskah drama, yang pernah syaa baca. Muncul kesimpulan dalam benak saya, bahwa drama adalah adalah salah satu studi yang memepelajari tehntang bermain peran dan mensimulasikan dnegan penuh hayatan. Pada smeeeester empat, syaa dituntut untuk membaca beberapa naskah drama yang masih saya ingat salah satunya naskah drama Orang2 ditikungan jalan. Dalam tubuh dan setiap setiap sudut isi naskah ini  sanngat menarik. Ceritanya sederhana namun cukup mnerenggut empati saya sebagai pemnbaca dan penikmat drama.

TUGAS 2
·           Analisis Struktur (Intrinsik dan Ekstrinsik)
Rumusan Masalah :
1)      Adakah nilai-nilai yang tersirat pada naskah drama orang-oarnag di tikungan jalan?
2)      Apakah drama ini layajk di analisis melalui stukturalisme?

·           Pokok Soal Permasalahan
Di dalam naskah drama Orang-orang di Tikungan Jalan ini terdapat bertumpuk-tumpuk masalah orang-orang yang berada di sebuah tikungan jalan, banyak pula tokoh yang ada dalam naskah drama ini salah satunya konflik percintaan yang terjadi antara, Sri si gadis malam (wanita jalang) dengan Joko yang sedang menepiskan masalah dengan mantannya. Kemudian konflik keluarga, ada juga konflik si Botak yang melampiaskan masa lalunya tanpa tahu cara melampiaskan masalah yang baik. Banyak sekali konflik yang terjadi pada naskah drama ini, namun pada malam itu juga semua permasalahan mereka selesai dengan waktu yang bersamaan namun dengan cara yang berbeda-beda tepat di satu lokasi yaitu tikungan jalan.

Intrinsik

·         Tema               : Beragam Masalah Kehidupan
·         Alur                 : Alur yang ada pada naskah drama ini menggunakan alur maju, karena si pengarang atau pembuat naskah membuat naskah ini berurutan dan bertahap-tahap, mulai dari awal hingga akhir.
·         Setting             : Tikungan Jalan
·         Tokoh              : Sri, Joko, Botak dan Anak Jaddah
·         Penokohan     
ü  Sri        : Seorang wanita jalang yang biasa memburu para pelanggan di tikungan jalan
ü  Joko     : Seorang lelaki yang ingin menenangkan diri karena bermasalah dengan mantannya
ü  Botak  : Seorang lelaki pendatang baru yang sebelumnya belum pernah ke tikungan jalan, yang memilki masalah juga
ü  Anak jaddah   : Seorang lelaki muda yang gila karena merasa dirinya anak haram karena tanpa seorang ayah.
·      Nilai Moral      : Semua masalah pasti akan ada jalan keluarnya tanpa harus menyimpang dan semua itu tergantung cara kita menyelesaikannya
·      Nilai Sosial      : Bermasyarakatlah dengan mencoba membuka diri untuk menenangkan diri
·      Nilai Religius   : Janganlah menyimpang dari agama dan kepercayaanmu sebesar apapun masalah yang dihadapi
·      Amanat            : Selesaikanlah semua maslaah tanpa harus menyimpang dari koridor dan batas norma.

Ekstrinsik
Biografi Pengarang :
·         Nama lengkap : Willibrordus Surendra Bawana Rendra
·         Lahir                : Solo, 07 Novembver 1935
·         Wafat              : Jakarta, 06 Agustus 2009
·         Pekerjaan         : Aktor dan Penyair
·         Julukan            : Burung Merak

Pendiidikan :
·         TK Marsudirini, Yayasan Kanisius
·         SD/SMP Khatoloit SMA Pangudi Luhur Santo Yosef, Solo
·         Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM
·         Mendapat beasiswa American Academy Of Dramatical Art (1964-1967)

Karya Utama:
Kaki palsu adalah drama pertamanya, dipentaskan ketika ia di bangku SMP dan orang-orang di tikungan jalan adalah drama pertamanya yang mendapatkan penghargaan dan hadiah pertama dari kantor wilayah Departement Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta.
      
Sinopsis           :
Menurut tanggap saya setelah membaca naskah drama Orang-orang di Tikungan jalan ini menceritakan tentang beragam permasalahan yang dimiliki setiap tokohnya yang bertemu tepat di tikungan jalan, banyak permasalahan yang ada dan tentu dengan konflik yang berbeda-beda, namun semua permasalahan selesai pada malam pertemuan itu juga. Di dalam drama ini, Sri adalah seorang wanita jalang, Sri mengajarjkan pembaca bahwa seburuk-buruknya moral seorang Pekerja Seks Komersial tetap memiliki pearasaan dan rasa sayang pada seseorang layaknya manusia biasa. Joko yang sedang memiliki masalah dan merasa gundah dengan masa lalunya, mengajak Sri untuk bercinta dan meringankan bebannya, awalnya Sri mau melayani Joko, namun Sri berubah pikiran karena ada seorang lelaki tua yang mau menikahinya dan mau menerima Sri apa adanya dan Sri cukup merasa terharu dengan apa yang telah dilakukan lelaki tua itu, akhirnya Sri memutuskan meninggalkan pekerjaannya karena Sri merasa setelah menikah dengan lelaki tua itu, segala kebutuhan hidupnya akan ditanggung dan dijamin. Tentu Joko cukup kecewa karena sebenarnya Joko menyukai Sri meskipun Sri seorang wanita jalang, dan Joko semakin depresi, hingga akhirnya mantan kekasih Joko kembali dan meminta Joko menikahinya, namun Joko menolak karena Joko merasa sudah terlalu sakit, hingga akhirnya Joko lebih memilih untuk sendiri. Lalu adapula kisah seorang yang mengakunya Anak Jaddah yang menurut orang setempat sedikit gila karena mencari seorang ayah, dia selalu menyebut dirinya sebagai Anak Jaddah karena dia tak tahu dimana keberadaan ayahnya namun ayahnya tahu keberadaannya, ibunya meningal sudah cukup lama, sedangkan ayahnya seorang pemabuk berat, menurut ayah Anak Jaddah ini, dengan bermabuk semua masalah hilang, namun Anak Jaddah yang memiliki sakit jiwa ini tak mau mengakui ayahnya sebagai ayah kandungnya, hingga pada akhirnya ayah dan  anak jaddah sama-sama meninggal  karena bunuh diri. Setelah itu ada pula masalah si Botak, Botak disini sebagai seseorang pendatang baru, yang belum pernah ke tikungan jalan sebelumnya, namun ketika dia mengajak bicara pada Joko yang baru kenal malam itu juga, si botak cukup mengarahkan dan menyadarkan Joko bahwasanya semua masalah bisa diselesaikan denganm cara yang benar tanpa mabuk-mabukan, tanpa mencari seorang pelarian, dan Botak menunjukan pada Joko cara Botak menyelesaikan masalah dnegan cara sehat dan relaksasi, yaitu menenangkan diri dengan memangcing di alam bebas. Pada saat itu masalah selesai pada malam itu juga tepat di tikungan jalan.

Kesimpulan:
Saya mengkaji naskah drama dengan analisis melalui struktalisme, karena saya kira naskah drama ini lebih perlu diketahui secara spesifik dan detail mulai dari tema sampai dengan amanat. Analisis ini tentu saya jadikan pondasi sebelum lebih saya menganalisis naskah drama yang ke tahap selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar