Selasa, 08 Oktober 2013

Anita (2222112431)



Nama   : Anita
Kelas   : V-D
NIM    : 2222112431
MATA KULIAH KAJIAN DRAMA 

Tugas 1
Pengertian Drama
Mengenai tugas mata kuliah Kajian Drama Indonesia, saya mulai membaca dan memahami isi dari naskah drama “ Sangkuriang” karya Utuy Tatang Sontani, setelah saya membaca naskah drama sangkuriang saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang sangat penting mengenai kehidupan. Menurut saya naskah drama sangkuriang ini sangat menarik karena, terdapat nilai moral yang terkandung dalam naskah drama tersebut. Setelah saya membaca naskah drama “ Sangkuriang” karya Utuy Tatang Sontani, saya menyimpulkan bahwa drama adalah sebuah karya sastra yang diperankan oleh para tokoh-tokoh yang tepat yang mampu  memerankan karakter tokoh sesuai dengan karakternya masing-masing, yakni sebuah teks drama yang dibuat menjadi sebuah drama.

Tugas 2
Nakah Drama Sangkuriang karya Utuy Tatang Sontani
a.      Analisis Struktur
v  Unsur Instrinsik dan unsur ektrinsik

v  Rumusan Masalah
1)      Konflik apa saja yang terdapat dalam naskah drama Sangkuriang ?
2)      Adakah nilai moral yang terdapat dalam naskah drama sangkuriang?

v  Pokok Soal Permasalahan
Didalam naskah drama ini terdapat konflik yakni konflik Percintaan,yang terjadi antara seorang anak yang mencintai ibunya sendiri dan berniat untuk menikah dengan ibunya sehingga ia menghalalkan segala cara demi melancarkan keinginanya tersebut, yang pada hakikatnya hendaknya seorang anak berbakti kepada orang tuanya.

Intrinsik
v  Tema                           : Anak Yang Durhaka
v  Alur                             : maju mundur
v  Latar (setting)                         : sebuah kerajaan
v  Sudut Pandang           : orang ketiga
v  Nilai moral                  : jadilah pribadi yang baik tanpa harus melanggar moralitas yang dimiliki.
v  Tokoh                          : Sangkuriang, dayang sumbi, bujang, si tumang, dan raja siluman.  



v  Penokohan                  :
·         Sangkuriang    : Pemarah, nakal, keras kepala dan durhaka (Antagonis)
·         Dayang Sumbi            : Baik, penyabar dan penuh kasih (Protagonis)
·         Si Tumang       : baik dan tulus, sangat menyayangi sangkuriang dan dayang sumbi (Protagonis)

v  Amanat                                   :
hati-hati dalam berbicara, karena sebaiknya berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak semena-mena sehingga tidak membunuh seekor binatang yang tidak bersalah.

Unsur Ekstrinsik
Biografi Pengarang
Utuy Tatang Sontani lahir di Cianjur, Jawa Barat, 13 Mei 1920, meninggal di Moskow, Uni Soviet, 17 September 1979. Utuy telah mulai menulis beberapa buah buku dalam bahasa sunda antaranya sebuah roman yang berjudul ”Tambera” (1943), mengikuti anjuran kantor pusat kebudayaan iapun menulis dalam bahasa indonesia. Mula-mula ia menulis sajak dan pada permulaan kemesdekaan ia menulis drama, meski ia kemudian menulis roman dan cerpen juga namun ia lebih terkenal sebagai pengarang drama.
Utuy besar dari lingkungan keluarga pedagang yang bergelar haji. Bapaknya bernama Haji Maksum merupakan seorang pedagang batik, pengusaha restoran, pemilik sejumlah pedagang kecil, dan juragan tanah dikampung kelahirannya yakni desa satuduit. Pendidikan pertama Utuy adalah Schakelschool, yakni sekolah rakyat yang dikhususkan untuk petani, pedagang, rendahan dan buruh.
b.      Sinopsis
      setelah saya membaca naskah drama sangkuriang, menurut saya drama sangkuriang ini menceritakan tentang kehidupan dayang sumbi seorang wanita cantik yang memiliki kegemaran menenun, dan pada suatu hari dayang sumbi sedang asik menenun tiba-tiba dayang sumbi diserang kantuk, serontak saja dayang sumbi terkejut sehingga teropong yang dipegang nya jatuh ke kolong, lalu dayang sumbi berkata barang siapa suka menolong mengambilkan teropong nya yang jatuh ke kolong, jika perempuan dia akan dijadikan perempuannya dan jikalau yang menolongnya adalah seorang laki-laki maka akan dijadikan suaminya. Lalu ada seekor anjing jantan yang mengambilkan teropongnya, mau tidak mau dayang sumbi menyerah pada takdir dan menikah dengan si tumang, si tumang adalah seorang dewa yang kena kutuk menjadi seekor anjing, setelah menikah dengan si tumang, dayang sumbi mengandung dan melahirkan seeorang anak laki-laki yang diberi nama sangkuriang. Setelah dewasa, sangkuriang menyuruh si tumang untuk mengejar seekor babi betina yang sedang diburunya akan tetapi si tumang tidak menuruti kemauan sangkuriang, sehingga sangkuriang marah dan membunuh si tumang. Setelah sampai dirumah sangkuriang, dayang sumbi mengetahui bahwa sangkuriang telah membunuh si tumang sehingga dayang sumbi marah dan mengusir sangkuriang. Setelah bertahun-tahun sangkuriang bertemu dengan seorang wanita dan sangkuriang menyukai wanita tersebut yang tidak lain adalh dayang sumbi ibunya sendiri, sangkuriang berniat untuk menikahi dayang sumbi, akan tetapi dayang sumbi menolak dan memberikan syarat jika sangkuriang ingin menikahinya yakni sangkuriang harus menyediakan telaga dan perahu buat berlayar dalam waktu satu malam, jika cahaya fajar menyingsing sangkuriang belum menyelesaikan syaratnya maka perkawinan dibatalkan. Akan tetapi sebelum semua selesai cahaya fajar sudah terlihat dan membuat pernikahan dibatalkan sehingga terbentuklah takuban perahu.
c.       Kesimpulan
      Kesimpulan Setelah saya membaca naskah drama sangkuriang ini, banyak sekali pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan mengenai kehidupan yang sekarang kita jalani, karena tidak semua yang kita inginkan dapat terpenuhi dan terwujud sesuai dengan keinginan kita dan janganlah selalu memaksakan kehendak yang kita inginkan yang belum tentu sesuai dengan keadaan.
s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar