Nama : Anita
Kelas : V-D
NIM : 2222112431
MATA
KULIAH KAJIAN DRAMA
Tugas
1
Pengertian Drama
Mengenai
tugas mata kuliah Kajian Drama Indonesia, saya mulai membaca dan memahami isi
dari naskah drama “ Sangkuriang” karya Utuy Tatang Sontani, setelah saya
membaca naskah drama sangkuriang saya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan
yang sangat penting mengenai kehidupan. Menurut saya naskah drama sangkuriang
ini sangat menarik karena, terdapat nilai moral yang terkandung dalam naskah
drama tersebut. Setelah saya membaca naskah drama “ Sangkuriang” karya Utuy
Tatang Sontani, saya menyimpulkan bahwa drama adalah sebuah karya sastra yang
diperankan oleh para tokoh-tokoh yang tepat yang mampu memerankan karakter tokoh sesuai dengan
karakternya masing-masing, yakni sebuah teks drama yang dibuat menjadi sebuah
drama.
Tugas
2
Nakah
Drama Sangkuriang karya Utuy Tatang Sontani
a. Analisis Struktur
v Unsur
Instrinsik dan unsur ektrinsik
v Rumusan Masalah
1)
Konflik
apa saja yang terdapat dalam naskah drama Sangkuriang ?
2)
Adakah
nilai moral yang terdapat dalam naskah drama sangkuriang?
v Pokok Soal Permasalahan
Didalam
naskah drama ini terdapat konflik yakni konflik Percintaan,yang terjadi antara
seorang anak yang mencintai ibunya sendiri dan berniat untuk menikah dengan
ibunya sehingga ia menghalalkan segala cara demi melancarkan keinginanya tersebut,
yang pada hakikatnya hendaknya seorang anak berbakti kepada orang tuanya.
Intrinsik
v Tema
: Anak Yang Durhaka
v Alur
: maju mundur
v Latar
(setting) : sebuah kerajaan
v Sudut
Pandang : orang ketiga
v Nilai
moral : jadilah
pribadi yang baik tanpa harus melanggar moralitas yang dimiliki.
v Tokoh : Sangkuriang, dayang
sumbi, bujang, si tumang, dan raja siluman.
v Penokohan
:
·
Sangkuriang : Pemarah, nakal, keras kepala dan durhaka (Antagonis)
·
Dayang Sumbi : Baik, penyabar dan penuh kasih (Protagonis)
·
Si Tumang : baik dan tulus, sangat menyayangi sangkuriang dan dayang
sumbi (Protagonis)
v Amanat :
hati-hati
dalam berbicara, karena sebaiknya berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak
semena-mena sehingga tidak membunuh seekor binatang yang tidak bersalah.
Unsur Ekstrinsik
Biografi
Pengarang
Utuy Tatang Sontani lahir di Cianjur,
Jawa Barat, 13 Mei 1920, meninggal di Moskow, Uni Soviet, 17 September 1979. Utuy telah mulai menulis beberapa buah buku dalam bahasa
sunda antaranya sebuah roman yang berjudul ”Tambera” (1943), mengikuti anjuran
kantor pusat kebudayaan iapun menulis dalam bahasa indonesia. Mula-mula ia
menulis sajak dan pada permulaan kemesdekaan ia menulis drama, meski ia
kemudian menulis roman dan cerpen juga namun ia lebih terkenal sebagai
pengarang drama.
Utuy besar dari lingkungan keluarga
pedagang yang bergelar haji. Bapaknya bernama Haji Maksum merupakan seorang
pedagang batik, pengusaha restoran, pemilik sejumlah pedagang kecil, dan
juragan tanah dikampung kelahirannya yakni desa satuduit. Pendidikan pertama
Utuy adalah Schakelschool, yakni sekolah rakyat yang dikhususkan untuk petani,
pedagang, rendahan dan buruh.
b. Sinopsis
setelah saya membaca naskah drama sangkuriang, menurut saya drama
sangkuriang ini menceritakan tentang kehidupan dayang sumbi seorang wanita
cantik yang memiliki kegemaran menenun, dan pada suatu hari dayang sumbi sedang
asik menenun tiba-tiba dayang sumbi diserang kantuk, serontak saja dayang sumbi
terkejut sehingga teropong yang dipegang nya jatuh ke kolong, lalu dayang sumbi
berkata barang siapa suka menolong mengambilkan teropong nya yang jatuh ke
kolong, jika perempuan dia akan dijadikan perempuannya dan jikalau yang
menolongnya adalah seorang laki-laki maka akan dijadikan suaminya. Lalu ada
seekor anjing jantan yang mengambilkan teropongnya, mau tidak mau dayang sumbi
menyerah pada takdir dan menikah dengan si tumang, si tumang adalah seorang dewa
yang kena kutuk menjadi seekor anjing, setelah menikah dengan si tumang, dayang
sumbi mengandung dan melahirkan seeorang anak laki-laki yang diberi nama
sangkuriang. Setelah dewasa, sangkuriang menyuruh si tumang untuk mengejar
seekor babi betina yang sedang diburunya akan tetapi si tumang tidak menuruti
kemauan sangkuriang, sehingga sangkuriang marah dan membunuh si tumang. Setelah
sampai dirumah sangkuriang, dayang sumbi mengetahui bahwa sangkuriang telah
membunuh si tumang sehingga dayang sumbi marah dan mengusir sangkuriang.
Setelah bertahun-tahun sangkuriang bertemu dengan seorang wanita dan
sangkuriang menyukai wanita tersebut yang tidak lain adalh dayang sumbi ibunya
sendiri, sangkuriang berniat untuk menikahi dayang sumbi, akan tetapi dayang
sumbi menolak dan memberikan syarat jika sangkuriang ingin menikahinya yakni
sangkuriang harus menyediakan telaga dan perahu buat berlayar dalam waktu satu
malam, jika cahaya fajar menyingsing sangkuriang belum menyelesaikan syaratnya
maka perkawinan dibatalkan. Akan tetapi sebelum semua selesai cahaya fajar
sudah terlihat dan membuat pernikahan dibatalkan sehingga terbentuklah takuban
perahu.
c. Kesimpulan
Kesimpulan Setelah
saya membaca naskah drama sangkuriang ini, banyak sekali pengetahuan dan
pengalaman yang saya dapatkan mengenai kehidupan yang sekarang kita jalani,
karena tidak semua yang kita inginkan dapat terpenuhi dan terwujud sesuai
dengan keinginan kita dan janganlah selalu memaksakan kehendak yang kita
inginkan yang belum tentu sesuai dengan keadaan.
s
Tidak ada komentar:
Posting Komentar