Selasa, 08 Oktober 2013

Nurlaelah (2222112239)



Nama   : Nurlaelah
NIM    : 2222112239
Kelas   : VD/Diksatrasia
MK      : Kajian Drama Indonesia
Naskah :  Bunga Rumah Makan
Karya  : Utuy Tatang Sontani

Analisis Naskah Drama “Bunga Rumah Makan” Karya Utuy T. Sontani
dengan Pendekatan Psikoanalisis
Sastra dianggap sebagai “pengungkapan baku dari apa yang telah disaksikan orang dalam kehidupan, apa yang telah dialami orang tentang kehidupan, apa yang telah dipermenungkan, dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang paling menarik minat secara langsung lagi kuat, pada hakekatnya adalah suatu pengungkapan kehidupan lewat bentuk bahasa”. Maka dari itu, yang mendorong lahirnya sastra adalah keinginan dasar manusia untuk mengungkapkan diri, untuk menaruh minat pada dunia realitas tempat hidupnya, dan pada dunia angan-angan yang dikhayalkan sebagai dunia nyata, dan keinginan dasar untuk mencintai bentuk.  Sebuah karya sastra merupakan suatu kebulatan yang utuh, khas, dan berdiri sendiri. Merupakan satu dunia keindahandalam ujud bahasa yang dari dirinya sendiri telah dipenuhi dengan kehidupan realitas. Tetapi juga merupakan satu fenomena atau gejala sejarah yakni sebagai hasil karya seseorang seniman tertentu, dari aliran tertentu, jaman tertentu dan kebudayaan tertentu pula tidak lepas dari rangkaian sejarah.
Dalam analisis drama Bunga Rumah Makan karya Utuy T. Sontani, penulis menganalisis dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis. Tujuannya agar pembaca dapat melihat sudut pandang pengarangnya. Drama “Bunga Rumah Makan” karya Utuy T. Sontani, bercerita tentang bagaimana seorang tokoh utama Ani berusaha untuk berpegang pada pendirian hidupnya yang ingin mendapatkan kebahagian yang seutuhnya. Dapat dilihat dari penggalan cerita pada adegan 2: … ketika saya datang disini dulu, saya tiada ingin lebih dari jadi pelayan, jadi pegawai sebagaimana kesanggupannya orang miskin didalam mancari sesuap nasi. Disana terlihat bahwa Ani tidak sekedar ingin menjadi seorang pelayan saja, akan tetapi dia ingin menjadi seorang pegawai yang dalam pikirannya dapat jauh lebih baik untuk memperbaiki keadaan hidupnya. Disini terjadi pertentangan dalam diri seorang Ani dan mempengaruhi pikirannya. Makna dari Bunga Rumah Makan itu dapat diartikan bahwa ada seorang yang menjadi pusat perhatian dan memberi pengaruh yang cukup besar ditempat dimana dia berada. Contohnya, tokoh Ani dalam cerita itu digambarkan sebagai salah satu prempuan yang disukai oleh beberapa tokoh laki-laki yang ada dalam cerita tersebut.
Jika dikaitkan dengan pendekatan psikologi, cerita tersebut memiliki  hubungan yang saling mempengaruhi maksud dan tujuannya. Psikologi sastra sendiri merupakan kajian sastra yang memandang karya sebagai aktifitas kejiwaan. Selain tokoh Ani, dalam cerita Bunga Rumah Makan, pengarang memasukan tokoh yang awalnya tidak berperan penting, namun pada akhir cerita muncul kembali dan memiliki peran yang cukup mempengaruhi akhir cerita dari drama tersebut. Dia adalah Iskandar, disana Iskandar pada mulanya diceritakan sebagai tokoh laki-laki yang datang dengan keculasannya yang membuat resah Ani karena sikapnya yang tidak memiliki kesopanan dan menggangu Ani bahkan Iskandar setelah sering mengunjungi rumah makan tempat Ani bekerja itu, Iskandar seperti orang yang tidak berbudi dengan memaki Ani dan pekerjaannya itu. Pengarang terlihat dalam cerita itu mencoba untuk memberikan rangsangan terhadap pembaca dengan menghadirkan tokoh yang dapat membangkitkan emosi pembaca dengan karakternya dan sifatnya yang dianggap tidak berbudi itu.
Pada cerita selanjutnya, pengarang mencoba untuk membangkitkan kembali emosi para pembaca dengan menghadirkan cerita yang dapat mempengaruhi pembaca. Pada adegan 13, tokoh Iskandar dan Ani itu mereka berselisih dan akhirnya timbul masalah yang. Terlihat dalam percakapan mereka.. Ani : tapi disini rumah makan, bukan kebun tempat pelancong berbuat semaunya. Iskandar : Pelancongan? Hm, orang boleh berkata sesukahatinya. Tapi bagiku, lebih baik aku disebut pelancongan daripada sepertiengkau diam disini untuk bermain sandiwara, mendagangkan kecantikan, menipu laki-laki, supaya mau belanja kesini.
 Ani : Berani pula engkau menghina aku!
Iskandar : Maunya engkau hanya dipuji saja.
Ani : Peduli apa untukmu?
Iskandar : Sangkamu aku seperti mereka, dating disini untuk minum karena ditipu oleh kecantikanmu?
Ani : Tutup mulutmu!
Dalam penggalan cerita itu, dapat terlihat bagaimana pengarang mencoba untuk memberikan sentuhan emosi, sehingga yang membaca karyanya tidak hanya sekadar membaca, namun mencoba larut dalam cerita tersebut. Sesuai dengan tujuan psikologi yang mengkaji dengan menitikberatkan pada unsure-unsur keadaan jiwa pada tokoh-tokohnya.
·         Rumusan Masalah dari naskah drama “Bunga Rumah Makan” karya Utuy T. Sontani:
-          Bagaimana proses menganalisis unsure-unsur yang terdapat dalam naskah drama “Bunga Rumah Makan” ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar