Nama :
Nurlaelah
NIM :
2222112239
Kelas :
VD/Diksatrasia
MK :
Kajian Drama Indonesia
Naskah : Bunga Rumah Makan
Karya :
Utuy Tatang Sontani
Analisis
Naskah Drama “Bunga Rumah Makan” Karya Utuy T. Sontani
dengan
Pendekatan Psikoanalisis
Sastra
dianggap sebagai “pengungkapan baku dari apa yang telah disaksikan orang dalam
kehidupan, apa yang telah dialami orang tentang kehidupan, apa yang telah
dipermenungkan, dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang paling
menarik minat secara langsung lagi kuat, pada hakekatnya adalah suatu
pengungkapan kehidupan lewat bentuk bahasa”. Maka dari itu, yang mendorong
lahirnya sastra adalah keinginan dasar manusia untuk mengungkapkan diri, untuk
menaruh minat pada dunia realitas tempat hidupnya, dan pada dunia angan-angan
yang dikhayalkan sebagai dunia nyata, dan keinginan dasar untuk mencintai
bentuk. Sebuah karya sastra merupakan
suatu kebulatan yang utuh, khas, dan berdiri sendiri. Merupakan satu dunia
keindahandalam ujud bahasa yang dari dirinya sendiri telah dipenuhi dengan
kehidupan realitas. Tetapi juga merupakan satu fenomena atau gejala sejarah
yakni sebagai hasil karya seseorang seniman tertentu, dari aliran tertentu,
jaman tertentu dan kebudayaan tertentu pula tidak lepas dari rangkaian sejarah.
Dalam
analisis drama Bunga Rumah Makan karya
Utuy T. Sontani, penulis menganalisis dengan menggunakan pendekatan
psikoanalisis. Tujuannya agar pembaca dapat melihat sudut pandang pengarangnya.
Drama “Bunga Rumah Makan” karya Utuy
T. Sontani, bercerita tentang bagaimana seorang tokoh utama Ani berusaha untuk
berpegang pada pendirian hidupnya yang ingin mendapatkan kebahagian yang
seutuhnya. Dapat dilihat dari penggalan cerita pada adegan 2: … ketika saya datang disini dulu, saya tiada
ingin lebih dari jadi pelayan, jadi pegawai sebagaimana kesanggupannya orang
miskin didalam mancari sesuap nasi. Disana terlihat bahwa Ani tidak sekedar
ingin menjadi seorang pelayan saja, akan tetapi dia ingin menjadi seorang
pegawai yang dalam pikirannya dapat jauh lebih baik untuk memperbaiki keadaan
hidupnya. Disini terjadi pertentangan dalam diri seorang Ani dan mempengaruhi
pikirannya. Makna dari Bunga Rumah Makan
itu dapat diartikan bahwa ada seorang yang menjadi pusat perhatian dan memberi
pengaruh yang cukup besar ditempat dimana dia berada. Contohnya, tokoh Ani
dalam cerita itu digambarkan sebagai salah satu prempuan yang disukai oleh
beberapa tokoh laki-laki yang ada dalam cerita tersebut.
Jika
dikaitkan dengan pendekatan psikologi, cerita tersebut memiliki hubungan yang saling mempengaruhi maksud dan
tujuannya. Psikologi sastra sendiri merupakan kajian sastra yang memandang
karya sebagai aktifitas kejiwaan. Selain tokoh Ani, dalam cerita Bunga Rumah Makan, pengarang memasukan
tokoh yang awalnya tidak berperan penting, namun pada akhir cerita muncul
kembali dan memiliki peran yang cukup mempengaruhi akhir cerita dari drama
tersebut. Dia adalah Iskandar, disana Iskandar pada mulanya diceritakan sebagai
tokoh laki-laki yang datang dengan keculasannya yang membuat resah Ani karena
sikapnya yang tidak memiliki kesopanan dan menggangu Ani bahkan Iskandar
setelah sering mengunjungi rumah makan tempat Ani bekerja itu, Iskandar seperti
orang yang tidak berbudi dengan memaki Ani dan pekerjaannya itu. Pengarang
terlihat dalam cerita itu mencoba untuk memberikan rangsangan terhadap pembaca
dengan menghadirkan tokoh yang dapat membangkitkan emosi pembaca dengan
karakternya dan sifatnya yang dianggap tidak berbudi itu.
Pada
cerita selanjutnya, pengarang mencoba untuk membangkitkan kembali emosi para
pembaca dengan menghadirkan cerita yang dapat mempengaruhi pembaca. Pada adegan
13, tokoh Iskandar dan Ani itu mereka berselisih dan akhirnya timbul masalah
yang. Terlihat dalam percakapan mereka.. Ani
: tapi disini rumah makan, bukan kebun tempat pelancong berbuat semaunya.
Iskandar : Pelancongan? Hm, orang boleh berkata sesukahatinya. Tapi bagiku,
lebih baik aku disebut pelancongan daripada sepertiengkau diam disini untuk
bermain sandiwara, mendagangkan kecantikan, menipu laki-laki, supaya mau
belanja kesini.
Ani : Berani pula engkau menghina aku!
Iskandar : Maunya engkau hanya
dipuji saja.
Ani : Peduli apa untukmu?
Iskandar : Sangkamu aku seperti
mereka, dating disini untuk minum karena ditipu oleh kecantikanmu?
Ani : Tutup mulutmu!
Dalam
penggalan cerita itu, dapat terlihat bagaimana pengarang mencoba untuk
memberikan sentuhan emosi, sehingga yang membaca karyanya tidak hanya sekadar
membaca, namun mencoba larut dalam cerita tersebut. Sesuai dengan tujuan
psikologi yang mengkaji dengan menitikberatkan pada unsure-unsur keadaan jiwa
pada tokoh-tokohnya.
·
Rumusan Masalah dari naskah drama “Bunga Rumah Makan” karya Utuy T.
Sontani:
-
Bagaimana proses menganalisis
unsure-unsur yang terdapat dalam naskah drama “Bunga Rumah Makan” ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar