Selasa, 08 Oktober 2013

Aprillya Hesti Utami (2222112270)



Aprillya Hesti Utami
2222112270
V D
NASKAH DRAMA  :  MALAM JAHANAM KARYA MOTINGGO BUSYE
1.        PROLOG
Di sebuah perkampungan nelayan, tinggallah sepasang suami-istri, Paijah sang istri adalah wanita yang sangat cantik, tubuh langsing semampai, dan suaminya adalah Mat Kontan yang terkenal selalu kontan dalam membayar segala sesuatu. Mereka mempunyai seorang anak lelaki yang disebut Mat Kontan Kecil. Mat Kontan sangat bangga dengan istri dan anak lelakinya. Mat Kontan memiliki hobi mengoleksi burung hias. Burung hias yang paling disayang adalah burung beo. Burung beo itu sangat pandai meniru ucapan majikannya.
Di depan rumah mereka ada seorang tetangga yang juga sahabat terbaik Mat Kontan, dia adalah Soleman. Soleman sudah bersahabat sejak dahulu dengan Mat Kontan. Soleman sangat mengetahui dengan benar bagaimana sifat Mat Kontan, tingkah lakunya dan sebagainya. Mereka sangat akrab walaupun sering kali terjadi perselisihan di antara keduanya.

2.        EKSPOSISI
Setiap hari Mat Kontan selalu sibuk mengurusi burung beonya. Hal itu membuat istrinya (Paijah) merasa sebal, karena fokus perhatian Mat Kontan hanya tertuju pada burung beonya. Istrinya (Paijah) merasa Mat Kontan sudah keterlaluan pada dirinya dan anaknya. Apalagi di saat anaknya (Mat Kontan Kecil) sedang sakit panas. Seharusnya Mat Kontan memperhatikan anaknya jangan malah fokus pada burung beonya. Tetapi Mat Kontan tidak memperdulikan hal tersebut, karena menurutnya sakit panas anaknya akan sembuh dengan sendirinya. Mat Kontan justru makin sibuk dengan burung beonya.

3.        KOMPLIKASI
Sahabat baik Mat Kontan (Soleman) sangat menyukai Paijah, Soleman mengetahui dengan jelas bahwa Mat Kontan adalah pria mandul. Paijah jelas tidak dapat dimilikinya, karena Paijah sudah menjadi istri dari sahabatnya. Tanpa sepengetahuan Mat Kontan, Soleman sering berkunjung kerumah mereka pada saat Mat Kontan pergi keluar sibuk mengurusi burung beonya. Mereka berbuat seperti layaknya suami istri. Dan hal itu berbuah, dengan lahirnya anak lelaki yang diberi nama Mat Kontan Kecil. Mat Kontan jelas tidak mengetahui hal itu, namun burung beo Mat Kontan yang di letakkan di ruang tengah sering meniru ucapan Paijah dan Soleman “cubit-cubitan”. Karena takut perselingkuhan itu tercium oleh Mat Kontan, Soleman pun membunuh burung beo itu di sumur belakang rumah. Mat kontan sangat jengkel karena melihat burung beo kesayangannya mati di bunuh orang. Mat Kontan benar-benar Geram akan hal itu. Mat Kontan marah-marah sepanjang hari.

4.        KLIMAKS
Sang istri (Paijah) sangat ketakutan, dia sangat tahu benar sikap buruk suaminya. Mat Kontan selalu membawa golok kemana-mana, Paijah sangat takut bila sedang khilaf goloknya bisa melayang ke badannya. Paijah pun mendatangi Soleman untuk meminta perlindungan. Soleman sangat mencintai Paijah terang saja akan rela melindungi Paijah dengan cara apapun. Mat Kontan sangat marah ketika melihat Paijah berlari kearah Soleman untuk meminta perlindungan.
Mat Kontan mencium bau perselingkuhan di antara istrinya (Paijah) dan sahabatnya (Soleman). Karena Soleman melindungi Paijah, Mat Kontan pun tak segan mengeluarkan goloknya. Mat Kontan pun menantang Soleman untuk satu lawan satu dengannya, akhirnya Soleman menceritakan semua kejadian perselingkuhan dirinya dengan istri sahabatnya itu sampai membuahkan seorang anak yang diberi nama Mat Kontan Kecil.

5.        RESOLUSI
Soleman pun menceritakan bahwa  dialah yang telah membunuh burung beo kesayangan Mat Kontan karena Soleman sangat takut burung beo itu mencelotehkan kata yang dapat membuka perselingkuhan dengan Paijah. Mat Kontak makin naik darah, Mat Kontan merasa sangat dikhianati istri dan sahabatnya itu. Apalagi Mat Kontan juga mendengar bahwa anak kebanggaannya itu bukanlah anak kandungnya melainkan buah perselingkuhan antara istrinya dan sahabatnya. Mata Kontan sangat ingin membunuh Soleman. Namun, Soleman mengetahui kelemahan Mat Kontan. Soleman pun dapat meluluhkan hati Mat Kontan dengan mudah. Dan Mat Kontan pun berkata ingin kembali ke kampungnya.

6.        PENYELESAIAN
Ternyata Mat Kontak tidak selemah dugaan Soleman. Mat Kontan hanya berpura-pura lemah untuk melancarkan niat buruknya bersama Utai. Sampai akhirnya Mat Kontak Kecil meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan. Dan Mat Kontan pun pergi menjauh dari kampung meninggalkan Paijah.

ANALISIS STRUKTUR DRAMA MALAM JAHANAM KARYA
MOTINGGO BUSYE
A.      PLOT
Plot drama Malam Jahanam  berlangsung berurutan. Alurnya maju, ketegangan terus memuncak.

B.       LATAR
-          Latar sosial dalam drama Malam Jahanam yaitu lingkungan para nelayan yang hidup dalam kemiskinan. Bahasa yang digunakan tidak sopan seperti bahasa-bahasa kasar (penyebutan nama hewan).
-          Latar fisik dalam drama Malam Jahanam yaitu di sebuah perkampungan nelayan.

C.       TEMA
Tema drama Malam Jahanam adalah sisi buruk dan baik manusia.

D.      TOKOH dan PENOKOHAN
-          Mat Kontan     : sombong, egois, emosional, penakut.
-          Paijah              : tidak setia
-          Soleman          : pengecut, pembual.
-          Utai                 : setia.

E.       Amanat
Amanat drama Malam Jahanam adalah kita harus bisa menghargai orang lain dan harus setia pada orang yang sudah menjadi pasangan kita.




RUMUSAN MASALAH
Dalam drama berjudul Malam Jahanam karya Motinggo Busye ini membahas lingkup kehidupan rumah tangga. Maka saya merumuskan masalah:
-            Bagaimana tokoh Mat Kontan rela meninggalkan hal kemanusiaan demi kesenangan yang egois?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar