Aprillya
Hesti Utami
2222112270
V
D
NASKAH DRAMA : MALAM
JAHANAM KARYA MOTINGGO BUSYE
1.
PROLOG
Di
sebuah perkampungan nelayan, tinggallah sepasang suami-istri, Paijah sang istri
adalah wanita yang sangat cantik, tubuh langsing semampai, dan suaminya adalah
Mat Kontan yang terkenal selalu kontan dalam membayar segala sesuatu. Mereka
mempunyai seorang anak lelaki yang disebut Mat Kontan Kecil. Mat Kontan sangat
bangga dengan istri dan anak lelakinya. Mat Kontan memiliki hobi mengoleksi
burung hias. Burung hias yang paling disayang adalah burung beo. Burung beo itu
sangat pandai meniru ucapan majikannya.
Di
depan rumah mereka ada seorang tetangga yang juga sahabat terbaik Mat Kontan,
dia adalah Soleman. Soleman sudah bersahabat sejak dahulu dengan Mat Kontan. Soleman
sangat mengetahui dengan benar bagaimana sifat Mat Kontan, tingkah lakunya dan
sebagainya. Mereka sangat akrab walaupun sering kali terjadi perselisihan di
antara keduanya.
2.
EKSPOSISI
Setiap
hari Mat Kontan selalu sibuk mengurusi burung beonya. Hal itu membuat istrinya
(Paijah) merasa sebal, karena fokus perhatian Mat Kontan hanya tertuju pada
burung beonya. Istrinya (Paijah) merasa Mat Kontan sudah keterlaluan pada
dirinya dan anaknya. Apalagi di saat anaknya (Mat Kontan Kecil) sedang sakit
panas. Seharusnya Mat Kontan memperhatikan anaknya jangan malah fokus pada
burung beonya. Tetapi Mat Kontan tidak memperdulikan hal tersebut, karena
menurutnya sakit panas anaknya akan sembuh dengan sendirinya. Mat Kontan justru
makin sibuk dengan burung beonya.
3.
KOMPLIKASI
Sahabat
baik Mat Kontan (Soleman) sangat menyukai Paijah, Soleman mengetahui dengan
jelas bahwa Mat Kontan adalah pria mandul. Paijah jelas tidak dapat
dimilikinya, karena Paijah sudah menjadi istri dari sahabatnya. Tanpa
sepengetahuan Mat Kontan, Soleman sering berkunjung kerumah mereka pada saat
Mat Kontan pergi keluar sibuk mengurusi burung beonya. Mereka berbuat seperti
layaknya suami istri. Dan hal itu berbuah, dengan lahirnya anak lelaki yang
diberi nama Mat Kontan Kecil. Mat Kontan jelas tidak mengetahui hal itu, namun
burung beo Mat Kontan yang di letakkan di ruang tengah sering meniru ucapan
Paijah dan Soleman “cubit-cubitan”. Karena takut perselingkuhan itu tercium
oleh Mat Kontan, Soleman pun membunuh burung beo itu di sumur belakang rumah.
Mat kontan sangat jengkel karena melihat burung beo kesayangannya mati di bunuh
orang. Mat Kontan benar-benar Geram akan hal itu. Mat Kontan marah-marah
sepanjang hari.
4.
KLIMAKS
Sang
istri (Paijah) sangat ketakutan, dia sangat tahu benar sikap buruk suaminya.
Mat Kontan selalu membawa golok kemana-mana, Paijah sangat takut bila sedang
khilaf goloknya bisa melayang ke badannya. Paijah pun mendatangi Soleman untuk
meminta perlindungan. Soleman sangat mencintai Paijah terang saja akan rela
melindungi Paijah dengan cara apapun. Mat Kontan sangat marah ketika melihat
Paijah berlari kearah Soleman untuk meminta perlindungan.
Mat
Kontan mencium bau perselingkuhan di antara istrinya (Paijah) dan sahabatnya
(Soleman). Karena Soleman melindungi Paijah, Mat Kontan pun tak segan
mengeluarkan goloknya. Mat Kontan pun menantang Soleman untuk satu lawan satu
dengannya, akhirnya Soleman menceritakan semua kejadian perselingkuhan dirinya
dengan istri sahabatnya itu sampai membuahkan seorang anak yang diberi nama Mat
Kontan Kecil.
5.
RESOLUSI
Soleman
pun menceritakan bahwa dialah yang telah
membunuh burung beo kesayangan Mat Kontan karena Soleman sangat takut burung
beo itu mencelotehkan kata yang dapat membuka perselingkuhan dengan Paijah. Mat
Kontak makin naik darah, Mat Kontan merasa sangat dikhianati istri dan
sahabatnya itu. Apalagi Mat Kontan juga mendengar bahwa anak kebanggaannya itu
bukanlah anak kandungnya melainkan buah perselingkuhan antara istrinya dan
sahabatnya. Mata Kontan sangat ingin membunuh Soleman. Namun, Soleman
mengetahui kelemahan Mat Kontan. Soleman pun dapat meluluhkan hati Mat Kontan
dengan mudah. Dan Mat Kontan pun berkata ingin kembali ke kampungnya.
6.
PENYELESAIAN
Ternyata
Mat Kontak tidak selemah dugaan Soleman. Mat Kontan hanya berpura-pura lemah
untuk melancarkan niat buruknya bersama Utai. Sampai akhirnya Mat Kontak Kecil
meninggal karena terlambat mendapatkan pertolongan. Dan Mat Kontan pun pergi
menjauh dari kampung meninggalkan Paijah.
ANALISIS STRUKTUR DRAMA
MALAM JAHANAM KARYA
MOTINGGO BUSYE
A. PLOT
Plot
drama Malam Jahanam berlangsung
berurutan. Alurnya maju, ketegangan terus memuncak.
B. LATAR
-
Latar sosial dalam
drama Malam Jahanam yaitu lingkungan para nelayan yang hidup dalam kemiskinan.
Bahasa yang digunakan tidak sopan seperti bahasa-bahasa kasar (penyebutan nama
hewan).
-
Latar fisik dalam drama
Malam Jahanam yaitu di sebuah perkampungan nelayan.
C. TEMA
Tema drama Malam
Jahanam adalah sisi buruk dan baik manusia.
D. TOKOH
dan PENOKOHAN
-
Mat Kontan : sombong, egois, emosional, penakut.
-
Paijah : tidak setia
-
Soleman : pengecut, pembual.
-
Utai : setia.
E. Amanat
Amanat drama Malam
Jahanam adalah kita harus bisa menghargai orang lain dan harus setia pada orang
yang sudah menjadi pasangan kita.
RUMUSAN
MASALAH
Dalam
drama berjudul Malam Jahanam karya Motinggo Busye ini membahas lingkup
kehidupan rumah tangga. Maka saya merumuskan masalah:
-
Bagaimana tokoh Mat
Kontan rela meninggalkan hal kemanusiaan demi kesenangan yang egois?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar