Selasa, 08 Oktober 2013

Liswatun Kholifah (2222112059)



NAMA           : Liswatun Kholifah
NIM               : (2222112059)
KELAS          : 5 D
JUDUL          : ANALISIS DRAMA “MALAM JAHANAM” KARYA MOTINGGO BUSJE

SINOPSIS
Di sebuah perkampungan nelayan, tinggallah Mat Kontan beserta istri (Paijah) dan anaknya (Mat Kontan Kecil). Soleman, teman dekat Mat Kontan, tinggal di seberang rumah mereka. Suatu malam, Paijah menunggu suaminya yang belum juga pulang. Ia mengkhawatirkan anaknya yang sedang sakit. Akhirnya, Mat Kontan pulang membawa seekor burung. Saat mengobrol dengan Soleman di teras rumahnya, dia menyombongkan burung perkututnya yang baru, juga istri dan anaknya. Soleman yang tidak tahan mendengarnya mengungkit-ungkit ketakutan Mat Kontan ketika nyawanya hampir melayang karena  terperosok ke dalam pasir. Mat Kontan yang ketakutan rahasianya dibongkar langsung berbaik-baik pada Soleman.
Tak lama kemudian, Mat Kontan mulai menyombongkan diri lagi. Dia juga menuduh Soleman iri karena dia mempunyai istri yang cantik dan seorang anak. Soleman bahkan dianggap takut menyentuh perempuan karena sampai sekarang belum juga beristri.
Mat Kontan masuk untuk melihat burung beo kesayangannya tapi tidak menemukannya. Utai, seorang warga kampung itu yang setengah pandir, mengaku pernah melihat bangkai burung tersebut di dekat sumur dengan leher tergorok. Mat Kontan yang jadi marah besar mengajak Utai menemaninya ke tukang nujum untuk mengetahui siapa pembunuhnya.
Paijah yang ketakutan bertanya pada Soleman apa yang sebaiknya ia katakan bila ditanya oleh Mat Kontan nanti. Ternyata, Solemanlah yang membunuh burung beo kesayangan Mat Kontan agar perselingkuhannya dengan Paijah tidak ketahuan. Soleman berjanji akan melindungi Paijah.
Mat Kontan segera pulang karena tukang nujum yang hendak ditemuinya sudah meninggal. Dia pun marah-marah pada Paijah, bertanya siapa yang membunuh burung beonya. Paijah balas mengungkapkan kekesalannya pada Mat Kontan yang tidak pernah memikirkan dan menyayangi dirinya dan anaknya tapi selalu membangga-banggakan mereka pada semua orang.
Awalnya, Soleman membela Paijah dari amarah Mat Kontan. Lama-lama Soleman diam saja. Paijah k ecewa pada Soleman dan mengaku sebagai pembunuh burung beo Mat Kontan. Soleman pun mengaku bahwa dialah pembunuh burung beo Mat Kontan dan bahwa dialah ayah dari anak Paijah, anak yang selama ini Mat Kontan bangga-banggakan sebagai anaknya.
Mat Kontan marah dan mengangkat goloknya. Soleman membuat Mat Kontan takut lagi dengan mengingatkannya tentang saat dia terperosok ke dalam pasir. Mat Kontan pergi dan menyerahkan Paijah serta anaknya pada Soleman.
Soleman menyusul Mat Kontan yang dikiranya hendak bunuh diri. Ternyata, Mat Kontan dan Utai sudah menunggu untuk membunuhnya. Soleman berhasil meloloskan diri dan pergi ke stasiun kereta api. Utai mati karena ditendang oleh Soleman.
Mat Kontan kembali ke rumahnya dan masih mau hidup dengan Paijah serta anak Soleman. Dia bahkan mulai memerhatikan anak itu dan pergi memanggil dukun untuk mengobati penyakitnya. Sayangnya, malam itu juga si bayi meninggal dunia.

APRESIASI

v  Tema :
Tema Malam Jahanam yang di temukan yaitu sisi buruk dan baik manusia. Dalam drama ini, kita bisa melihat sisi buruk manusia melalui Mat Kontan yang tidak menghargai orang lain, Paijah yang berselingkuh dengan Soleman, serta Soleman yang berhubungan dengan istri teman dekatnya sendiri. Sisi baik manusia dapat kita lihat pada kelembutan hati Paijah terhadap anaknya serta Soleman yang mengakui kesalahannya pada Mat Kontan. Perselingkuhan juga diangkat dalam drama ini, yaitu perselingkuhan antara Paijah dengan Soleman.
v  Alur :
Alur merupakan salah satu aspek penting dalam drama karena alur merupakan pembentuk kerangka cerita. Alur pada kisah ini adalah alur maju, yaitu peristiwa yang dialami oleh tokoh cerita tersusun menurut urutan waktu terjadinya, jadi alur ini secara berurutan yang berlangsung secara memuncak.
v  Latar :
Latar Malam Jahanam ini terbagi menjadi dua Latar yaitu latar sosial dan latar fisik. Latar sosial yaitu lingkungan para nelayan yang hidup dalam kemiskinan. Latar fisik dalam drama ini di gambarkan sangat jelas yaitu ruang, bangunan, serta lokasinya. Dilihat dari struktur rumah mereka terdiri dari geribik, tonggak bambu dan beratap daun kelapa yang digambarkan pada lakon ini.
v  Sudut Pandang :
Orang pertama dan orang ke tiga  

v  Suasana :
  Suasana yang terjadi pada kisah Malam Jahanam ini sering terjadi ketegangan yang dapat dilihan pada kutipan Soleman dan Mat Kontan berikut :
Soleman          : Sayalah yang melakukannya!
Mat Kontan     : (berputar mengambil tempat ke dekat rumahnya) Jadi kenapa kau bunuh dia? Kau iri pada saya ya?
v  Tokoh dan penokohan :
-Tokoh-tokoh Malam Jahanam adalah Mat Kontan, Paijah, Soleman, Utai dan Tukang  Pijat.
1.      Tokoh protagonis dalam Malam Jahanam adalah Soleman. Watak Soleman adalah pengecut, besar mulut, dan pembual.
2.      Tokoh antagonisnya adalah Mat Kontan. Watak Mat Kontan adalah sombong, angkuh, penakut, egois, emosional, dan sok tahu. Mat kontan juga merupakan orang yang lari dari kenyataan.bukan itu saja dia juga orang yang penakut.
 Kutipannya :
 “Mat Kontan     : (takut) Jangan bilang perkataan itu, Man. Saya paling takut kalau kaubilang perkataan itu (melepaskan). O, aku takut kalau kauulangi cerita lama itu. Saya adalah orang yang kepingin panjang umur, Man. He, kau masih ingat peristiwa itu, Man?[8]
3.       Paijah memegang peranan sebagai tokoh wirawati. Watak Paijah adalah pencemas dan istri yang tidak setia pada suaminya. (dapat di lihat pada saat ia cemas karna Soleman dan dirinya takut dibunuh oleh Mat Kontan apabila diketahui dirinya berselingkuh dengan Soleman )
4.      Tokoh-tokoh bawahannya adalah Utai, watak utai setia sebagai tangan kanan Mat Kontan. Dan yang terakhir
5.      Tukang Pijat, Watak Tukang Pijat tidak begitu terlihat karena kemunculannya terlalu singkat.

v  Amanat untuk Kisah Malam Jahanam ini ialah kita harus dapat menghargai orang lain sekalipun orang itu telah menyakiti kita dan harus setia pada pasangan kita agar dalam menjalani bahligai rumah tangga bisa menjadi keluarga yang di rahmati Allah.
Amanat lainnya adalah orang yang lemah akan selalu menjadi korban seperti Utai menjadi korban dan meninggal ketika melawan Soleman demi Mat Kontan.
Tak lupa kita juga harus bersyukur dan berdoa agar Tuhan memberikan ujian dibatas kemampuan sseorang (Hamba-nya).
v  Kesimpulan
Malam Jahanam merupakan sebuah drama realis. Artinya kisah ini tidak jauh dari kehidupan nyata dimana karakteristiknya memenuhi kisah di dalamnya yang harus menjadikan tokoh-tokah yang terlibat bertahan dalam lingkungan disekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar