NAMA
: Liswatun Kholifah
NIM :
(2222112059)
KELAS : 5 D
JUDUL : ANALISIS DRAMA “MALAM JAHANAM” KARYA MOTINGGO BUSJE
SINOPSIS
Di sebuah
perkampungan nelayan, tinggallah Mat Kontan beserta istri (Paijah) dan anaknya
(Mat Kontan Kecil). Soleman, teman dekat Mat Kontan, tinggal di seberang rumah
mereka. Suatu malam, Paijah menunggu suaminya yang belum juga pulang. Ia
mengkhawatirkan anaknya yang sedang sakit. Akhirnya, Mat Kontan pulang membawa
seekor burung. Saat mengobrol dengan Soleman di teras rumahnya, dia
menyombongkan burung perkututnya yang baru, juga istri dan anaknya. Soleman
yang tidak tahan mendengarnya mengungkit-ungkit ketakutan Mat Kontan ketika
nyawanya hampir melayang karena
terperosok ke dalam pasir. Mat Kontan yang ketakutan rahasianya
dibongkar langsung berbaik-baik pada Soleman.
Tak lama
kemudian, Mat Kontan mulai menyombongkan diri lagi. Dia juga menuduh Soleman
iri karena dia mempunyai istri yang cantik dan seorang anak. Soleman bahkan
dianggap takut menyentuh perempuan karena sampai sekarang belum juga beristri.
Mat
Kontan masuk untuk melihat burung beo kesayangannya tapi tidak menemukannya.
Utai, seorang warga kampung itu yang setengah pandir, mengaku pernah melihat
bangkai burung tersebut di dekat sumur dengan leher tergorok. Mat Kontan yang
jadi marah besar mengajak Utai menemaninya ke tukang nujum untuk mengetahui
siapa pembunuhnya.
Paijah
yang ketakutan bertanya pada Soleman apa yang sebaiknya ia katakan bila ditanya
oleh Mat Kontan nanti. Ternyata, Solemanlah yang membunuh burung beo kesayangan
Mat Kontan agar perselingkuhannya dengan Paijah tidak ketahuan. Soleman berjanji
akan melindungi Paijah.
Mat
Kontan segera pulang karena tukang nujum yang hendak ditemuinya sudah
meninggal. Dia pun marah-marah pada Paijah, bertanya siapa yang membunuh burung
beonya. Paijah balas mengungkapkan kekesalannya pada Mat Kontan yang tidak
pernah memikirkan dan menyayangi dirinya dan anaknya tapi selalu membangga-banggakan
mereka pada semua orang.
Awalnya,
Soleman membela Paijah dari amarah Mat Kontan. Lama-lama Soleman diam saja.
Paijah k ecewa pada Soleman dan mengaku sebagai pembunuh burung beo Mat Kontan.
Soleman pun mengaku bahwa dialah pembunuh burung beo Mat Kontan dan bahwa
dialah ayah dari anak Paijah, anak yang selama ini Mat Kontan bangga-banggakan
sebagai anaknya.
Mat
Kontan marah dan mengangkat goloknya. Soleman membuat Mat Kontan takut lagi
dengan mengingatkannya tentang saat dia terperosok ke dalam pasir. Mat Kontan
pergi dan menyerahkan Paijah serta anaknya pada Soleman.
Soleman
menyusul Mat Kontan yang dikiranya hendak bunuh diri. Ternyata, Mat Kontan dan
Utai sudah menunggu untuk membunuhnya. Soleman berhasil meloloskan diri dan
pergi ke stasiun kereta api. Utai mati karena ditendang oleh Soleman.
Mat
Kontan kembali ke rumahnya dan masih mau hidup dengan Paijah serta anak
Soleman. Dia bahkan mulai memerhatikan anak itu dan pergi memanggil dukun untuk
mengobati penyakitnya. Sayangnya, malam itu juga si bayi meninggal dunia.
APRESIASI
v
Tema
:
Tema
Malam Jahanam yang di temukan yaitu sisi buruk dan baik manusia. Dalam drama ini, kita bisa
melihat sisi buruk manusia melalui Mat Kontan yang tidak menghargai orang lain,
Paijah yang berselingkuh dengan Soleman, serta Soleman yang berhubungan dengan
istri teman dekatnya sendiri. Sisi baik manusia dapat kita lihat pada
kelembutan hati Paijah terhadap anaknya serta Soleman yang mengakui
kesalahannya pada Mat Kontan. Perselingkuhan juga diangkat dalam drama ini,
yaitu perselingkuhan antara Paijah dengan Soleman.
v
Alur
:
Alur
merupakan salah satu aspek penting dalam drama karena alur merupakan pembentuk
kerangka cerita. Alur pada kisah ini adalah alur maju, yaitu peristiwa yang
dialami oleh tokoh cerita tersusun menurut urutan waktu terjadinya, jadi alur
ini secara berurutan yang berlangsung secara memuncak.
v
Latar
:
Latar
Malam Jahanam ini terbagi menjadi dua Latar yaitu latar sosial dan latar fisik.
Latar sosial yaitu lingkungan para nelayan yang hidup dalam kemiskinan. Latar
fisik dalam drama ini di gambarkan sangat jelas yaitu ruang, bangunan, serta lokasinya. Dilihat dari
struktur rumah mereka terdiri dari geribik, tonggak bambu dan beratap daun
kelapa yang digambarkan pada lakon ini.
v
Sudut
Pandang :
Orang
pertama dan orang ke tiga
v
Suasana
:
Suasana yang terjadi pada kisah Malam Jahanam ini sering terjadi
ketegangan yang dapat dilihan pada kutipan Soleman dan Mat Kontan berikut :
Soleman : Sayalah yang melakukannya!
Mat
Kontan : (berputar mengambil tempat
ke dekat rumahnya) Jadi kenapa kau bunuh dia? Kau iri pada saya ya?
v
Tokoh
dan penokohan :
-Tokoh-tokoh Malam
Jahanam adalah Mat Kontan, Paijah, Soleman, Utai dan Tukang Pijat.
1.
Tokoh
protagonis dalam Malam Jahanam adalah Soleman. Watak Soleman adalah pengecut, besar mulut, dan
pembual.
2.
Tokoh
antagonisnya adalah Mat Kontan. Watak
Mat Kontan adalah sombong, angkuh, penakut, egois, emosional, dan sok tahu. Mat
kontan juga merupakan orang yang lari dari kenyataan.bukan itu saja dia juga
orang yang penakut.
Kutipannya :
“Mat Kontan
: (takut) Jangan bilang perkataan itu, Man. Saya paling takut kalau
kaubilang perkataan itu (melepaskan). O, aku takut kalau kauulangi cerita lama
itu. Saya adalah orang yang kepingin panjang umur, Man. He, kau masih ingat
peristiwa itu, Man?[8]
3.
Paijah memegang peranan sebagai tokoh
wirawati. Watak
Paijah adalah pencemas dan istri yang tidak setia pada suaminya. (dapat di
lihat pada saat ia cemas karna Soleman dan dirinya takut dibunuh oleh Mat
Kontan apabila diketahui dirinya berselingkuh dengan Soleman )
4.
Tokoh-tokoh
bawahannya adalah Utai, watak utai setia sebagai tangan kanan Mat Kontan. Dan
yang terakhir
5.
Tukang
Pijat, Watak Tukang Pijat tidak begitu terlihat karena kemunculannya terlalu
singkat.
v
Amanat
untuk Kisah Malam Jahanam ini ialah kita harus dapat menghargai orang lain
sekalipun orang itu telah menyakiti kita dan harus setia pada pasangan kita
agar dalam menjalani bahligai rumah tangga bisa menjadi keluarga yang di
rahmati Allah.
Amanat lainnya adalah orang yang
lemah akan selalu menjadi korban seperti Utai menjadi korban dan meninggal
ketika melawan Soleman demi Mat Kontan.
Tak lupa kita juga harus
bersyukur dan berdoa agar Tuhan memberikan ujian dibatas kemampuan sseorang
(Hamba-nya).
v
Kesimpulan
Malam Jahanam merupakan sebuah
drama realis. Artinya kisah ini tidak jauh dari kehidupan nyata dimana
karakteristiknya memenuhi kisah di dalamnya yang harus menjadikan tokoh-tokah
yang terlibat bertahan dalam lingkungan disekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar