Selasa, 08 Oktober 2013

Lelly Herlina (2222112269)



Nama               : Lelly Herlina
Kelas               : 5_D
NIM                : 2222112269
Mata Kuliah    : Kajian Drama Indonesia


Nama drama    : Kapai-kapai
Karya              : Arifin C. Noer
Jumlah babak  : Ada 5 babak
                          Babak 1 = 9 adegan
                          Babak 2 = 11 adegan
                          Babak 3 = 10 adegan
                          Babak 4 = 1 adegan
                          Babak 5 = 8 adegan

Sinopsis
Tokoh Emak mendongengkan kepada Abu tentang Pangeran dan Sang Putri yang selalu bahagia karena memiliki Cermin Tipu Daya. Dengan cerita itu Abu diberi Emak impian-impian yang bagus. Kebahagiaan yang dicari Abu menurut Emak ada di dunia ini walaupun letaknya sangat jauh, yaitu di ujung dunia. Sedangkan menurut tokoh Kakek walaupun tidak meyakinkan Abu, kebahagiaan itu adalah pada kehidupan setelah kematian kita. Abu dalam keraguan dan  penasaran menanyakan di mana ujung dunia, tempat kebahagiaan itu kepada Burung, Katak, Rumput, Embun, Air, Batu,  Jengkerik, dan Kambing. Ia selalu terbuai dengan cerita Emak.
Tiba-tiba Abu tersentak dari lamunannya oleh panggilan dan bentakan majikannya. (Abu mempunyai ribuan majikan). Namun Emak tetap mencoba menghibur Abu dengan melanjutkan dongengnya tentang kehebatan Pangeran mendapatkan kekayaan dengan Cermin Tipu Daya.
Emak meyakinkan Abu, bahwa Abu adalah Pangeran. Karena itu makin hebat lamunan Abu, bahkan ia memimpikan Sang Putri. Emak juga mengharapkan bantuan Bulan agar  menghibur Abu dengan sinarnya.
Melalui tokoh Yang Kelam, diungkapkan bahwa Abu  mulai menua. Yang Kelam membuat dahi Abu berkerut dan badannya makin lemah. Abu bersedih, tertegun memikirkan nasibnya. Namun Emak tetap menganjurkan agar Abu  berbahagia dengan menggunakan Cermin Tipu Daya. Emak pun minta bantuan Rombongan Lenong untuk menghibur Abu dan menyampaikan cerita Sang Pangeran, RajaJin, Sang Putri, dan Cermin Tipu Daya.
Tokoh Emak juga memperingatkan Yang Kelam tentang tugasnya menambah penderitaan Abu. Emak mulai mempercakapkan tentang kematian kepada Abu. Dikatakannya bahwa nisan Abu kelak harus terbuat dari cahaya.
Makin berat tugas dan penderitaan Abu menghadapi majikan. Panggilan dengan bel dan teriakan terus-menerus Di samping itu Abu pun mulai lebih banyak menghadapi Yang Kelam, yang bertugas memperlihatkan kodrat hidup Abu sebagai manusia, yaitu menjadi tua dan mati. Dalam keadaan demikian Abu dan Iyem berpacu dengan sang waktu sambil Emak terus mengatakan bahwa Abu pasti berhasil mendapatkan cermin. Beberapa langkah lagi Abu akan mencapai ujung dunia.
Saat-saat  Abu  mendekati  tujuan  untuk  mendapatkan cermin (kepuasan hidup yang dikejar-kejarnya), mendekati ujung dunia, tokoh Emak berbalik menjadi pembunuh Abu.
Akhirnya Abu mendapatkan cermin yang didambakannya, ujung dunia yang hendak dicapainya, tetapi itu tidak lain adalah akhir hayatnya. Diungkapkanlah bagian akhir Kakek dan yang lainnya mengantarkan jenazah Abu ke pemakaman.

Unsur-unsur Intrinsik
Ø Tema
Tema yang digunakan dalam drama Kapai-kapai adalah seseorang yang hidup dalam kemiskinan dan terlalu banyak bermimpi.
Ø Alur
Alur yang digunakan dalam drama Kapai-kapai adalah alur maju.
Karena tokoh yang bernama Emak terus menerus memberi mimpi kepada Abu bagaimana cara mendapatkan cermin tipu daya hingga akhirnya Abu meninggal ditembak oleh Emak.
Ø Latar
-          Tempat  : Rumah Abu, pabrik, di jalan,
-          Waktu   : Malam, pagi, siang
-          Suasana : Menyenangkan dan menyedihkan
Ø Sudut Pandang
Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga.
Ø Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan adalah bermakna denotasi, terdapat puisi dan pantun, serta bersifat absurd.
Ø Tokoh dan Penokohan
1.         Emak                               : Licik dan pembuai
2.         Abu                                 : Pemalas, miskin, dan selalu bermimpi
3.         Iyem                                : Cerewet dan suka marah-marah
4.         Yang Kelam                    : Jahat
5.         Bulan                               : Baik
6.         Majikan 1                        : Gagah dan Galak
7.         Majikan 2                        : Baik, lebih mengerti Abu
8.         Pangeran                         : Penghibur, penolong
9.         Putri                                : Genit
10.     Jin                                    : Jahat
11.     Kakek                              : Baik hati
12.     Bel                                   : Penolong
13.     Pasukan Yang Kelam
14.     Kelompok Kakek
15.     Seribu Bulan yang Bergoyang-goyang
16.     Gelandangan
17.     Tanjidor dan lain-lain

Babak 1
Adegan 1
Dongeng Emak kepada Abu tentang pangeran yang selalu bahagia karena memiliki cermin tipu daya.
Adegan 2
Tokoh Yang Kelam menyuruh Abu untuk menggunakan pakaian khusus pesuruh.
Adegan 3
Abu dimarahi majikan yang pertama karena Abu melakukan kesalahan berulang kali.
Adegan 4
Emak Menenangkan Abu dengan cara meneruskan kembali dongeng tentang pangeran yang selalu bahagia karena memiliki cermin tipu daya dan permaisuri yang cantik.
Adegan 5
Emak memberitahu kepada Bulan bahwa Abu sudah mulai menemukan kunci dari teka-teki bagaimana cara mendapatkan cermin tipu daya.
Adegan 6
Yang Kelam dan Bulan berbicara tentang takdir keberadaannya di dunia.
Adegan 7
Abu dan Iyem berantem karena Abu bermimpi tentang bertemu dengan putri.
Adegan 8
Dialam tempat kerjanya, Abu tersiksa dengan majikan yang selalu memarahinya.
Adegan 9
Yang Kelam memberitahu Abu tentang tempat kelahiran dan kematiannya pada tahun 1980, akan tetapi Iyem menyuruh Abu untuk tidah menghiraukan ucapan dari Yang Kelam.

Babak 2
Adegan 1
Abu menanyakan tentang dimanakah ujung dunia itu berada kepada Burung, Katak, Rumput, Embun, Air, Batu, Kambing, Jangkrik, Pohon, dan Kakek.
Adegan 2
Kakek memberi nasehat kepada Abu bahwa teka-teki apapun akan terjawab dengan ilmu agama dan segala sesuatu yang ada didunia ini milik Tuhan sehingga harus selalu bersyukur kepada Tuhan.
Adegan 3
Kakek berbicara pada pasukannya (Koor) tentang tujuan dari hidup didunia.
Adegan 4
Iyem memberitahu Abu agar tidak berkhayal tentang kebahagiaan ketika mendapatkan cermin tipu daya.
Adegan 5
Yang Kelam memberitahu Abu agar berhenti berkhayal terus menerus untuk mendapatkan kebahagiaan setelah mendapatkan cermin tipu daya.
Adegan 6
Abu yang sedang terpuruk kemudian Emak datang untuk menghibur Abu.
Adegan 7
Rombongan lenong yang sedang bercerita tentang Putri Cina.
Adegan 8
Abu kembali bersemangat setelah menonton lenong.
Adegan 9
Majikan yang kesal dengan Abu dan memecatnya.
Adegan 10
Iyem memberitahu kepada Abu tentang keadaan anak-anak dan keadaan ekonomi.
Adegan 11
Yang Kelam berbicara sendiri tentang kesalahan Nabi Adam karena memakan buah Khuldi yang akibatnya lahirlah manusia.

Babak 3
Adegan 1
Abu diwawancarai oleh calon majikan yang kedua.
Adegan 2
Abu mengobrol dengan Bel tentang pekerjaannya yang dahulu.
Adegan 3
Majikan Abu memanggilnya dengan bunyian bel.
Adegan 4
Iyem yang mengeluh kepada Abu karena keadaan rumah tangga yang serba kekurangan.
Adegan 5
Bel selalu berbunyi memanggil Koor.
Adegan 6
Bulan memberitahu Abu bahwa sahwatlah hiburan sejati.
Adegan 7
Yang Kelam dan pasukannya menemui Abu dan Iyem.
Adegan 8
Abu mengajak Iyem ke ujung dunia untuk membeli sesuatu yaitu cermin tipu daya.
Adegan 9
Majikan memberi penghargaan kepada Abu yaitu mendapatkan hak pensiun karena telah bekerja dengan setia.
Adegan 10
Emak memberitahu kepada Bulan dan Yang Kelam bahwa pekerjaan mereka yang membohongi Abu hampir selesai.

Babak 4
Adegan 1
Perjalanan Abu dan Iyem menemukan ujung dunia untuk membeli cermin tipu daya.

Babak 5
Adegan 1
Para gelandangan yang umumnya cacat badan menyuarakan karena lapar, haus, letih, dan cape.
Adegan 2
Yang Kelam mengontrol para gelandangan yang sedang menjerit sambil bernyanyi.
Adegan 3
Para gelandangan berhayal menemukan sebuah dompet.
Adegan 4
Abu memanggil-manggil Iyem.
Adegan 5
Para gelandangan yang baru saja makan daging, menghisap rokok rame-rame.
Adegan 6
Abu berbicara dengan para gelandangan tentang siapa mereka dan para gelandangan bertanya tentang tujuan Abu datang ke tempat mereka.
Adegan 7
Para gelandangan dan Abu bergembira, muncul Emak, Bulan, Yang kelam. Kemudian Abu diberikan mahkota oleh Emak kemudian Abu langsung berpidato.
Adegan 8
Kelompok kakek dan mayat Abu lewat, serta Iyem mengiringi mereka dari belakang. Lampu mulai redup dan sandiwara berakhir dengan awal adegan pertama.

Amanat
Jika ingin sukses dalam hal apapun termasuk ingin kaya raya, berusahalah dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya berhayal dan bermimpi saja, akan tetapi tidak ada usaha untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.

Analisis Struktur
Dalam drama Kapai-kapai karya Arifin C. Noer ini terlihat adanya rangkaian kesatuan  yang meliputi dua ide dasar, yaitu:
a.         Ide kesatuan
Maksud dari ide kesatuan disini ialah bagian-bagian yang membentuk drama ini saling berkaitan hingga membentuk sebuah cerita. Cerita yang terbentuk berawal dari tokoh Emak yang kasihan melihat Abu menderita karena kehidupannya dengan cara membohongi tokoh Abu untuk mendapatkan cermin tipu daya hingga akhir ceritanya tokoh Abu mendapatkan cermin tipu daya yang sebenarnya cermin itu adalah kebahagiaan yang abadi. Kebahagiaan abadi disini ialah meninggal dengan tenang tanpa memikirkan masalah di dunia nyata.
b.         Ide transformasi
Dalam hal ini drama Kapai-kapai berisi gagasan transformasi yang artinya struktur itu tidak statis. Dilihat dari tokoh Abu yang optimis dan sangat yakin mendapatkan cermin tipu daya, serta tokoh Emak yang mula-mula membohongi Abu untuk mendapatkan cermin tipu daya yang bisa membuat hidup Abu penuh kebahagiaan dengan cara berusaha mencari bagaimana mendapatkan cermin itu. Hingga Abu melepaskan pekerjaannya demi mencari cermin tipu daya.

Rumusan Masalah
1.      Apa tujuan tokoh Emak membohongi Abu secara terus-menerus tentang bagaimana cara mendapatkan cermin tipu daya?
2.      Bagaimanakah cara tokoh Abu mendapatkan cermin tipu daya ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar