Nama : Lelly Herlina
Kelas : 5_D
NIM : 2222112269
Mata
Kuliah : Kajian Drama Indonesia
Nama
drama : Kapai-kapai
Karya : Arifin C. Noer
Jumlah
babak : Ada 5 babak
Babak
1 = 9 adegan
Babak
2 = 11 adegan
Babak
3 = 10 adegan
Babak
4 = 1 adegan
Babak
5 = 8 adegan
Sinopsis
Tokoh Emak
mendongengkan kepada Abu tentang Pangeran dan Sang Putri yang selalu bahagia
karena memiliki Cermin Tipu
Daya. Dengan cerita itu Abu
diberi Emak impian-impian yang bagus. Kebahagiaan yang dicari Abu menurut Emak
ada di dunia ini walaupun letaknya sangat jauh, yaitu di ujung dunia. Sedangkan
menurut tokoh Kakek walaupun tidak meyakinkan Abu, kebahagiaan itu adalah pada
kehidupan setelah kematian kita. Abu dalam keraguan dan penasaran
menanyakan di mana ujung dunia, tempat kebahagiaan itu kepada Burung, Katak,
Rumput, Embun, Air, Batu, Jengkerik, dan Kambing. Ia selalu terbuai
dengan cerita Emak.
Tiba-tiba Abu tersentak
dari lamunannya oleh panggilan dan bentakan majikannya. (Abu mempunyai ribuan
majikan). Namun Emak tetap mencoba menghibur Abu dengan melanjutkan dongengnya
tentang kehebatan Pangeran mendapatkan kekayaan dengan Cermin Tipu Daya.
Emak meyakinkan Abu,
bahwa Abu adalah Pangeran. Karena itu makin hebat lamunan Abu, bahkan ia
memimpikan Sang Putri. Emak juga mengharapkan bantuan Bulan agar
menghibur Abu dengan sinarnya.
Melalui tokoh Yang
Kelam, diungkapkan bahwa Abu mulai menua. Yang Kelam membuat dahi Abu
berkerut dan badannya makin lemah. Abu bersedih, tertegun memikirkan nasibnya.
Namun Emak tetap menganjurkan agar Abu berbahagia dengan menggunakan
Cermin Tipu Daya. Emak pun minta bantuan Rombongan Lenong untuk menghibur Abu
dan menyampaikan cerita Sang Pangeran, RajaJin, Sang Putri, dan Cermin Tipu
Daya.
Tokoh Emak juga
memperingatkan Yang Kelam tentang tugasnya menambah penderitaan Abu. Emak mulai
mempercakapkan tentang kematian kepada Abu. Dikatakannya bahwa nisan Abu kelak
harus terbuat dari cahaya.
Makin berat tugas dan
penderitaan Abu menghadapi majikan. Panggilan dengan bel dan teriakan
terus-menerus Di samping itu Abu pun mulai lebih banyak menghadapi Yang Kelam,
yang bertugas memperlihatkan kodrat hidup Abu sebagai manusia, yaitu menjadi
tua dan mati. Dalam keadaan demikian Abu dan Iyem berpacu dengan sang waktu
sambil Emak terus mengatakan bahwa Abu pasti berhasil mendapatkan cermin.
Beberapa langkah lagi Abu akan mencapai ujung dunia.
Saat-saat
Abu mendekati tujuan untuk mendapatkan cermin (kepuasan
hidup yang dikejar-kejarnya), mendekati ujung dunia, tokoh Emak berbalik
menjadi pembunuh Abu.
Akhirnya Abu
mendapatkan cermin yang didambakannya, ujung dunia yang hendak dicapainya,
tetapi itu tidak lain adalah akhir hayatnya. Diungkapkanlah bagian akhir Kakek
dan yang lainnya mengantarkan jenazah Abu ke pemakaman.
Unsur-unsur
Intrinsik
Ø Tema
Tema yang
digunakan dalam drama Kapai-kapai adalah seseorang yang hidup dalam kemiskinan
dan terlalu banyak bermimpi.
Ø Alur
Alur yang digunakan dalam drama
Kapai-kapai adalah alur maju.
Karena tokoh
yang bernama Emak terus menerus memberi mimpi kepada Abu bagaimana cara
mendapatkan cermin tipu daya hingga akhirnya Abu meninggal ditembak oleh Emak.
Ø Latar
-
Tempat : Rumah Abu, pabrik, di jalan,
-
Waktu : Malam, pagi, siang
-
Suasana : Menyenangkan dan menyedihkan
Ø Sudut
Pandang
Sudut pandang
yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga.
Ø Gaya
Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan adalah
bermakna denotasi, terdapat puisi dan pantun, serta bersifat absurd.
Ø Tokoh
dan Penokohan
1.
Emak : Licik dan
pembuai
2.
Abu : Pemalas,
miskin, dan selalu bermimpi
3.
Iyem : Cerewet dan
suka marah-marah
4.
Yang Kelam : Jahat
5.
Bulan : Baik
6.
Majikan 1 : Gagah dan Galak
7.
Majikan 2 : Baik, lebih mengerti
Abu
8.
Pangeran : Penghibur, penolong
9.
Putri : Genit
10. Jin : Jahat
11. Kakek : Baik hati
12. Bel : Penolong
13.
Pasukan Yang Kelam
14.
Kelompok Kakek
15.
Seribu Bulan yang Bergoyang-goyang
16.
Gelandangan
17.
Tanjidor dan lain-lain
Babak 1
Adegan
1
Dongeng Emak kepada Abu tentang pangeran
yang selalu bahagia karena memiliki cermin tipu daya.
Adegan
2
Tokoh Yang Kelam menyuruh Abu untuk
menggunakan pakaian khusus pesuruh.
Adegan
3
Abu dimarahi majikan yang pertama karena
Abu melakukan kesalahan berulang kali.
Adegan
4
Emak Menenangkan Abu dengan cara
meneruskan kembali dongeng tentang pangeran yang selalu bahagia karena memiliki
cermin tipu daya dan permaisuri yang cantik.
Adegan
5
Emak memberitahu kepada Bulan bahwa Abu
sudah mulai menemukan kunci dari teka-teki bagaimana cara mendapatkan cermin
tipu daya.
Adegan
6
Yang Kelam dan Bulan berbicara tentang
takdir keberadaannya di dunia.
Adegan
7
Abu dan Iyem berantem karena Abu
bermimpi tentang bertemu dengan putri.
Adegan
8
Dialam tempat kerjanya, Abu tersiksa
dengan majikan yang selalu memarahinya.
Adegan
9
Yang Kelam memberitahu Abu tentang
tempat kelahiran dan kematiannya pada tahun 1980, akan tetapi Iyem menyuruh Abu
untuk tidah menghiraukan ucapan dari Yang Kelam.
Babak
2
Adegan
1
Abu menanyakan tentang dimanakah ujung
dunia itu berada kepada Burung, Katak, Rumput, Embun, Air, Batu, Kambing,
Jangkrik, Pohon, dan Kakek.
Adegan
2
Kakek memberi nasehat kepada Abu bahwa
teka-teki apapun akan terjawab dengan ilmu agama dan segala sesuatu yang ada
didunia ini milik Tuhan sehingga harus selalu bersyukur kepada Tuhan.
Adegan
3
Kakek berbicara pada pasukannya (Koor)
tentang tujuan dari hidup didunia.
Adegan
4
Iyem memberitahu Abu agar tidak berkhayal
tentang kebahagiaan ketika mendapatkan cermin tipu daya.
Adegan
5
Yang Kelam memberitahu Abu agar berhenti
berkhayal terus menerus untuk mendapatkan kebahagiaan setelah mendapatkan
cermin tipu daya.
Adegan
6
Abu yang sedang terpuruk kemudian Emak
datang untuk menghibur Abu.
Adegan
7
Rombongan lenong yang sedang bercerita
tentang Putri Cina.
Adegan
8
Abu kembali bersemangat setelah menonton
lenong.
Adegan
9
Majikan yang kesal dengan Abu dan
memecatnya.
Adegan
10
Iyem memberitahu kepada Abu tentang
keadaan anak-anak dan keadaan ekonomi.
Adegan
11
Yang Kelam berbicara sendiri tentang
kesalahan Nabi Adam karena memakan buah Khuldi yang akibatnya lahirlah manusia.
Babak
3
Adegan
1
Abu diwawancarai oleh calon majikan yang
kedua.
Adegan
2
Abu mengobrol dengan Bel tentang
pekerjaannya yang dahulu.
Adegan
3
Majikan Abu memanggilnya dengan bunyian
bel.
Adegan
4
Iyem yang mengeluh kepada Abu karena
keadaan rumah tangga yang serba kekurangan.
Adegan
5
Bel selalu berbunyi memanggil Koor.
Adegan
6
Bulan memberitahu Abu bahwa sahwatlah
hiburan sejati.
Adegan
7
Yang Kelam dan pasukannya menemui Abu
dan Iyem.
Adegan
8
Abu mengajak Iyem ke ujung dunia untuk
membeli sesuatu yaitu cermin tipu daya.
Adegan
9
Majikan memberi penghargaan kepada Abu
yaitu mendapatkan hak pensiun karena telah bekerja dengan setia.
Adegan
10
Emak memberitahu kepada Bulan dan Yang
Kelam bahwa pekerjaan mereka yang membohongi Abu hampir selesai.
Babak
4
Adegan
1
Perjalanan Abu dan Iyem menemukan ujung dunia
untuk membeli cermin tipu daya.
Babak
5
Adegan
1
Para gelandangan yang umumnya cacat
badan menyuarakan karena lapar, haus, letih, dan cape.
Adegan
2
Yang Kelam mengontrol para gelandangan
yang sedang menjerit sambil bernyanyi.
Adegan
3
Para gelandangan berhayal menemukan
sebuah dompet.
Adegan
4
Abu memanggil-manggil Iyem.
Adegan
5
Para gelandangan yang baru saja makan
daging, menghisap rokok rame-rame.
Adegan
6
Abu berbicara dengan para gelandangan
tentang siapa mereka dan para gelandangan bertanya tentang tujuan Abu datang ke
tempat mereka.
Adegan
7
Para gelandangan dan Abu bergembira,
muncul Emak, Bulan, Yang kelam. Kemudian Abu diberikan mahkota oleh Emak
kemudian Abu langsung berpidato.
Adegan
8
Kelompok kakek dan mayat Abu lewat,
serta Iyem mengiringi mereka dari belakang. Lampu mulai redup dan sandiwara
berakhir dengan awal adegan pertama.
Amanat
Jika
ingin sukses dalam hal apapun termasuk ingin kaya raya, berusahalah dengan
sungguh-sungguh. Jangan hanya berhayal dan bermimpi saja, akan tetapi tidak ada
usaha untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.
Analisis
Struktur
Dalam
drama Kapai-kapai karya Arifin C. Noer ini terlihat adanya rangkaian
kesatuan yang meliputi dua ide dasar,
yaitu:
a.
Ide kesatuan
Maksud dari ide
kesatuan disini ialah bagian-bagian yang membentuk drama ini saling berkaitan
hingga membentuk sebuah cerita. Cerita yang terbentuk berawal dari tokoh Emak
yang kasihan melihat Abu menderita karena kehidupannya dengan cara membohongi
tokoh Abu untuk mendapatkan cermin tipu daya hingga akhir ceritanya tokoh Abu
mendapatkan cermin tipu daya yang sebenarnya cermin itu adalah kebahagiaan yang
abadi. Kebahagiaan abadi disini ialah meninggal dengan tenang tanpa memikirkan
masalah di dunia nyata.
b.
Ide transformasi
Dalam hal ini
drama Kapai-kapai berisi gagasan transformasi yang artinya struktur itu tidak
statis. Dilihat dari tokoh Abu yang optimis dan sangat yakin mendapatkan cermin
tipu daya, serta tokoh Emak yang mula-mula membohongi Abu untuk mendapatkan
cermin tipu daya yang bisa membuat hidup Abu penuh kebahagiaan dengan cara
berusaha mencari bagaimana mendapatkan cermin itu. Hingga Abu melepaskan
pekerjaannya demi mencari cermin tipu daya.
Rumusan
Masalah
1.
Apa tujuan tokoh Emak
membohongi Abu secara terus-menerus tentang bagaimana cara mendapatkan cermin
tipu daya?
2.
Bagaimanakah cara tokoh
Abu mendapatkan cermin tipu daya ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar