Selasa, 08 Oktober 2013

Siti Rosi Apriani (2222112152)



Nama            : Siti Rosi Apriani
Nim              : 2222112152
Kelas            : 5d
Tugas MK     : Kajian Drama Indonesia
Drama ‘Sangkuriang’
Karya Utuy Tatang Sontani
Drama merupakan suatu aksi yang dipertunjukkan secara langsung yang melibatkan tokoh-tokoh dengan peran tingkah laku, mimik,dan perbuatan masing-masing yang berbeda sesuai dengan cerita. Drama juga bisa disebut sebagai tiruan dari kehidupan nyata yang kita alami, karena selain fungsinya sebagai hiburan drama juga mengajak kita untuk memetik hikmah dari kejadian tersebut. Seperti, drama ‘Sangkuriang’ yang akan saya analisis. Sebuah drama yang menceritakan kehidupan zaman dulu, dimana terdapat seorang anak laki-laki yang mulai tumbuh dewasa seiring berjalannya waktu ia mulai membangkang ibu kandungnya sendiri bahkan ia berniat untuk menikahi ibunya sendiri. Sulit dipercaya bagaimana mungkin seorang anak ingin menikahi ibu kandungnya sendiri, namun ini terjadi dalam kisah sangkuriang.
·         Sinopsis
Drama ‘Sangkuriang’ karya Utuy Tatang Sontani, yaitu sebuah drama yang menceritakan kehidupan zaman dulu tentang seorang anak laki-laki yang mencintai ibu kandungnya sendiri bahkan ingin menikahi ibunya tersebut anak itu bernama sangkuring seorang anak yang keras hatinya itu telah diselimuti oleh hawa nafsu karena ibunya yang bernama dayang sumbi berwajah cantik dan sangat penyayang, terlebih setelah sangkuriang tahu bahwa ayahnya itu adalah si tumang yang bisu, bungkuk dan pincang ia semakin tak mau menerima kenyataan dan hendak membunuh si tumang.  Setelah si tumang di bunuhnya ia segera ingin menikahi ibunya ‘dayang sumbi’ dan ia pergi ke hutan dan berkawab dengan raja siluman dan para siluman lainnya. Karena tak tahu lagi harus berbuat apa, akhirnya dayang sumbi memutuskan untuk bersedia dinikahi sangkuriang dengan memberikan syarat yang dianggap mustahil untuk dilaukan oleh sangkuriang yaitu dengan membuat bendungan Citarum sampai tercipta telaga luas dengan membuat perahu yang luas dengan waktu yang singkat hanya dalam satu malam. Namun syarat itu dianggap mudah oleh sangkuriang dan ia berusaha untuk segera menyelesaikannya dengan bantuan dari para siluman. Setelah tiba waktunya dayang sumbi tak bisa berkutik lagi persyaratan itu telah si sanggupinya, akhirnya ia menikam diri sendiri hal itu dilakukannya karena ia tak mungkin menikah dengan sangkuriang karena ia adalah ibu kandungnya sendiri.
Para pelaku drama sangkuriang ini terdiri dari; sangkuriang, dayang sumbi. Bujang, si tumang, raja siluman dan pengikutnya, arda lepa dan kawan-kawannya.
·         Tema dalam drama ‘sangkuriang’ ini adalah cerita seorang anak laki-laki yang durhaka terhadap ibu kandungnya sendiri.
·         Alur dalam drama ini yaitu menggunakan alur maju, karena menceritakan kejadian yang terus berlangsung dan berjalan ke depan/selanjutnya.
·         Mempunyai latar yaitu; dihalaman rumah, di hutan, di tempat rata dan lega (ketika sedang membuat perahu) yang terdiri dari lima adegan peristiwa yang melibatkan para pelaku lainnya.
·         Drama sangkuriang ini mempunyai sudut pandang ‘orang pertama pelaku utama’ karena cerita yang di bahas dari awal cerita sampai akhir hanya mengisahkan tokoh utama yaitu ‘sangkuriang’.
·         Mempunyai suasana yang sedih, terkadang gembira, tegang dan bingung.
·         Tokoh dan penokohan dalam drama ‘sangkuriang’
Ø  Sangkuriang          : seorang anak laki-laki yang keras kepala dan susah diatur bahkan keras pula hatinya, dan jika mempunyai keinginan harus selalu tercapai meskipun sulit di raihnya.
Ø  Dayang sumbi       : seorang ibu yang cantik dan baik pula hatinya, ia telah sabar dalam membesarkan anaknya dan berusaha tetap cinta dan sayang meski anaknya yang durhaka terhadapnya bahkan telah mencintai ibunya sendiri sampai ingin menikahinya.
Ø  Si tumang  : yang bisu, bungkuk, dan pincang bersifat penurut.
Ø  Bujang       : selalu berusaha untuk menasehati (tempat mencurahkan isi hati dayang sumbi)
Ø  Arda lepa  : sebagai pengikut dayang sumbi
Ø  Raja siluman          : bersifat pembangkang dan selalu membisikkan nafsu yang jahat.


·         Amanat yang dapat di peroleh dari drama ‘sangkuriang’ ini yaitu; kita harus selalu berbakti kepada kedua orangtua terlebih pada ibu kandung kita sendiri, karena sebagai anak kita wajib menjaga, mencintai dan menyayangi ibu kandung kita tanpa melukai hati dan perasaannya. Namun cinta dan kasih sayang kita itu haruslah tulus bukan cinta dan kasih sayang yang di selimuti oleh hawa nafsu birahi.
Dari cerita ‘sangkuriang’ yang terjadi di zaman dulu ini, mungkin terjadi pula di zaman sekarang karena sampai saat ini masih ada anak-anak yang membangkang kepada kedua orangtuanya , berniat menikahi ibu kandung sendiri bahkan sampai ada yang membunuh keluarganya sendiri.
Cerita ‘sangkuriang’ ini sungguh tak masuk akal karena bagaimana mungkin seorang anak yang tumbuh besar dalam pangkuan ibu kandungnya sendiri berniat untuk menjadi pendamping atau ingin menikahi ibunya tersebut. Bagaimana kondisi psikologis seorang anak laki-laki yang ingin menikahi ibu kandungnya sendiri? Tentu hal ini menjadi pertanyaan saya karena seorang ibu yang memberikan cinta dan kasih sayang terhadap anaknya itu tentu tulus di lakukannya, tapi dalam kasus sangkuriang mungkin ia salah mengartikan cinta dan kasih sayang yang diterimanya itu dari dayang sumbi sehingga yang terlihat olehnya hanya kasih sayang dan sentuhan lembut dari wanita yang berparas cantik sehingga cinta birahi itu terus tumbuh.
Rumusan masalah
Dari drama ‘sangkuriang’ ini maka dibuat beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
Ø  Latar apa yang terdapat dalam drama ‘sangkuriang’ karya Utuy Tatang Sontani?
Ø  Bagaimana alur dalam drama ‘sangkuriang’ karya Utuy Tatang Sontani?
Ø  Apakah ada di zaman sekarang ini kehidupan seperti ‘sangkuriang’?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar