Nama :
Siti Rosi Apriani
Nim :
2222112152
Kelas :
5d
Tugas MK :
Kajian Drama Indonesia
Drama
‘Sangkuriang’
Karya
Utuy Tatang Sontani
Drama
merupakan suatu aksi yang dipertunjukkan secara langsung yang melibatkan
tokoh-tokoh dengan peran tingkah laku, mimik,dan perbuatan masing-masing yang
berbeda sesuai dengan cerita. Drama juga bisa disebut sebagai tiruan dari
kehidupan nyata yang kita alami, karena selain fungsinya sebagai hiburan drama
juga mengajak kita untuk memetik hikmah dari kejadian tersebut. Seperti, drama
‘Sangkuriang’ yang akan saya analisis. Sebuah drama yang menceritakan kehidupan
zaman dulu, dimana terdapat seorang anak laki-laki yang mulai tumbuh dewasa
seiring berjalannya waktu ia mulai membangkang ibu kandungnya sendiri bahkan ia
berniat untuk menikahi ibunya sendiri. Sulit dipercaya bagaimana mungkin
seorang anak ingin menikahi ibu kandungnya sendiri, namun ini terjadi dalam
kisah sangkuriang.
·
Sinopsis
Drama
‘Sangkuriang’ karya Utuy Tatang Sontani, yaitu sebuah drama yang menceritakan kehidupan
zaman dulu tentang seorang anak laki-laki yang mencintai ibu kandungnya sendiri
bahkan ingin menikahi ibunya tersebut anak itu bernama sangkuring seorang anak
yang keras hatinya itu telah diselimuti oleh hawa nafsu karena ibunya yang
bernama dayang sumbi berwajah cantik dan sangat penyayang, terlebih setelah
sangkuriang tahu bahwa ayahnya itu adalah si tumang yang bisu, bungkuk dan
pincang ia semakin tak mau menerima kenyataan dan hendak membunuh si
tumang. Setelah si tumang di bunuhnya ia
segera ingin menikahi ibunya ‘dayang sumbi’ dan ia pergi ke hutan dan berkawab
dengan raja siluman dan para siluman lainnya. Karena tak tahu lagi harus
berbuat apa, akhirnya dayang sumbi memutuskan untuk bersedia dinikahi
sangkuriang dengan memberikan syarat yang dianggap mustahil untuk dilaukan oleh
sangkuriang yaitu dengan membuat bendungan Citarum sampai tercipta telaga luas
dengan membuat perahu yang luas dengan waktu yang singkat hanya dalam satu
malam. Namun syarat itu dianggap mudah oleh sangkuriang dan ia berusaha untuk
segera menyelesaikannya dengan bantuan dari para siluman. Setelah tiba waktunya
dayang sumbi tak bisa berkutik lagi persyaratan itu telah si sanggupinya,
akhirnya ia menikam diri sendiri hal itu dilakukannya karena ia tak mungkin
menikah dengan sangkuriang karena ia adalah ibu kandungnya sendiri.
Para
pelaku drama sangkuriang ini terdiri dari; sangkuriang, dayang sumbi. Bujang,
si tumang, raja siluman dan pengikutnya, arda lepa dan kawan-kawannya.
·
Tema
dalam drama ‘sangkuriang’ ini adalah cerita seorang anak laki-laki yang durhaka
terhadap ibu kandungnya sendiri.
·
Alur
dalam
drama ini yaitu menggunakan alur maju, karena menceritakan kejadian yang terus
berlangsung dan berjalan ke depan/selanjutnya.
·
Mempunyai latar
yaitu; dihalaman rumah, di hutan, di tempat rata dan lega (ketika sedang
membuat perahu) yang terdiri dari lima adegan peristiwa yang melibatkan para
pelaku lainnya.
·
Drama sangkuriang ini
mempunyai sudut
pandang ‘orang pertama pelaku utama’ karena
cerita yang di bahas dari awal cerita sampai akhir hanya mengisahkan tokoh
utama yaitu ‘sangkuriang’.
·
Mempunyai suasana yang
sedih, terkadang gembira, tegang dan bingung.
·
Tokoh
dan penokohan dalam drama ‘sangkuriang’
Ø Sangkuriang : seorang anak laki-laki yang keras
kepala dan susah diatur bahkan keras pula hatinya, dan jika mempunyai keinginan
harus selalu tercapai meskipun sulit di raihnya.
Ø Dayang
sumbi : seorang ibu yang cantik dan
baik pula hatinya, ia telah sabar dalam membesarkan anaknya dan berusaha tetap
cinta dan sayang meski anaknya yang durhaka terhadapnya bahkan telah mencintai
ibunya sendiri sampai ingin menikahinya.
Ø Si
tumang : yang bisu, bungkuk, dan pincang
bersifat penurut.
Ø Bujang
: selalu berusaha untuk menasehati
(tempat mencurahkan isi hati dayang sumbi)
Ø Arda
lepa : sebagai pengikut dayang sumbi
Ø Raja
siluman : bersifat pembangkang
dan selalu membisikkan nafsu yang jahat.
·
Amanat
yang dapat di peroleh dari drama ‘sangkuriang’ ini yaitu; kita harus selalu
berbakti kepada kedua orangtua terlebih pada ibu kandung kita sendiri, karena
sebagai anak kita wajib menjaga, mencintai dan menyayangi ibu kandung kita
tanpa melukai hati dan perasaannya. Namun cinta dan kasih sayang kita itu
haruslah tulus bukan cinta dan kasih sayang yang di selimuti oleh hawa nafsu
birahi.
Dari
cerita ‘sangkuriang’ yang terjadi di zaman dulu ini, mungkin terjadi pula di
zaman sekarang karena sampai saat ini masih ada anak-anak yang membangkang
kepada kedua orangtuanya , berniat menikahi ibu kandung sendiri bahkan sampai
ada yang membunuh keluarganya sendiri.
Cerita
‘sangkuriang’ ini sungguh tak masuk akal karena bagaimana mungkin seorang anak
yang tumbuh besar dalam pangkuan ibu kandungnya sendiri berniat untuk menjadi
pendamping atau ingin menikahi ibunya tersebut. Bagaimana kondisi psikologis
seorang anak laki-laki yang ingin menikahi ibu kandungnya sendiri? Tentu hal
ini menjadi pertanyaan saya karena seorang ibu yang memberikan cinta dan kasih
sayang terhadap anaknya itu tentu tulus di lakukannya, tapi dalam kasus
sangkuriang mungkin ia salah mengartikan cinta dan kasih sayang yang
diterimanya itu dari dayang sumbi sehingga yang terlihat olehnya hanya kasih sayang
dan sentuhan lembut dari wanita yang berparas cantik sehingga cinta birahi itu
terus tumbuh.
Rumusan masalah
Dari
drama ‘sangkuriang’ ini maka dibuat beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
Ø Latar
apa yang terdapat dalam drama ‘sangkuriang’ karya Utuy Tatang Sontani?
Ø Bagaimana
alur dalam drama ‘sangkuriang’ karya Utuy Tatang Sontani?
Ø Apakah
ada di zaman sekarang ini kehidupan seperti ‘sangkuriang’?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar