Selasa, 08 Oktober 2013

Sri Yuniarti (2222112267)



Nama                         : Sri Yuniarti
Kelas                           : VD
Nim                            :2222112267
Mata Kuliah              : Kajian Drama Indonesia
Analisis Malam JahanaM
Karya Motinggo Busye
Sinopsis
Di sebuah perkampungan nelayan, tinggalah Mat Kontan beserta istri (Paijah) dan anaknya (Mat Kontan Kecil). Soleman, teman dekat Mat Kontan, tinggal di seberang rumah mereka. Suatu malam, Paijah menunggu suaminya yang belum juga pulang. Ia mengkhawatirkan anaknya yang sedang sakit. Akhirnya, Mat Kontan pulang membawa seekor burung. Saat mengobrol dengan Soleman di teras rumahnya, dia menyombongkan burung perkututnya yang baru, juga istri dan anaknya. Soleman yang tidak tahan mendengarnya mengungkit-ungkit ketakutan Mat Kontan ketika nyawanya hampir melayang karena terperosok ke dalam pasir. Mat Kontan yang ketakutan rahasianya dibongkar langsung berbaik-baik pada Soleman.
Tak lama kemudian, Mat Kontan mulai menyombongkan diri lagi. Dia juga menuduh Soleman iri karena dia mempunyai istri yang cantik dan seorang anak. Soleman bahkan dianggap takut menyentuh perempuan karena sampai sekarang belum juga beristri.
Mat Kontan masuk untuk melihat burung beo kesayangannya tapi tidak menemukannya. Utai, seorang warga kampung itu yang setengah pandir, mengaku pernah melihat bangkai burung tersebut di dekat sumur dengan leher tergorok. Mat Kontan yang jadi marah besar mengajak Utai menemaninya ke tukang nujum untuk mengetahui siapa pembunuhnya.
Paijah yang ketakutan bertanya pada Soleman apa yang sebaiknya ia katakan bila ditanya oleh Mat Kontan nanti. Ternyata, Solemanlah yang membunuh burung beo kesayangan Mat Kontan agar perselingkuhannya dengan Paijah tidak ketahuan. Soleman berjanji akan melindungi Paijah.
Mat Kontan segera pulang karena tukang nujum yang hendak ditemuinya sudah meninggal. Dia pun marah-marah pada Paijah, bertanya siapa yang membunuh burung beonya. Paijah balas mengungkapkan kekesalannya pada Mat Kontan yang tidak pernah memikirkan dan menyayangi dirinya dan anaknya tapi selalu membangga-banggakan mereka pada semua orang.
Awalnya, Soleman membela Paijah dari amarah Mat Kontan. Lama-lama Soleman diam saja. Paijah kecewa pada Soleman dan mengaku sebagai pembunuh burung beo Mat Kontan. Soleman pun mengaku bahwa dialah pembunuh burung beo Mat Kontan dan bahwa dialah ayah dari anak Paijah, anak yang selama ini Mat Kontan bangga-banggakan sebagai anaknya.
Mat Kontan marah dan mengangkat goloknya. Soleman membuat Mat Kontan takut lagi dengan mengingatkannya tentang saat dia terperosok ke dalam pasir. Mat Kontan pergi dan menyerahkan Paijah serta anaknya pada Soleman.
Soleman menyusul Mat Kontan yang dikiranya hendak bunuh diri. Ternyata, Mat Kontan dan Utai sudah menunggu untuk membunuhnya. Soleman berhasil meloloskan diri dan pergi ke stasiun kereta api. Utai mati karena ditendang oleh Soleman.
Mat Kontan kembali ke rumahnya dan masih mau hidup dengan Paijah serta anak Soleman. Dia bahkan mulai memerhatikan anak itu dan pergi memanggil dukun untuk mengobati penyakitnya. Sayangnya, malam itu juga si bayi meninggal dunia.
Alur
Alur Malam Jahanam adalah alur maju atau linear, yaitu peristiwa yang dialami oleh tokoh cerita tersusun menurut urutan waktu terjadinya (chronological order) secara berurutan. Alur ini berlangsung secara kontinyu dan memuncak.

Latar
Latar sosial dalam Malam Jahanam yaitu lingkungan para pelayan yang hidup dalam kemiskinan. Bahasa yang mereka gunakan kasar dan kurang sopan.
Latar fisik dalam drama Malam Jahanam yaitu di sebuah perkampungan nelayan. Penggambaran latar fisik dalam drama ini sangat jelas dan mendetail, seperti yang dicirikan dalam sebuah karya drama realis.
Tokoh dan Penokohan
Tokoh protagonis dalam Malam Jahanam adalah Soleman sedangkan tokoh antagonisnya adalah Mat Kontan. Paijah memegang peranan sebagai tokoh wirawati. Tokoh-tokoh bawahannya adalah Utai dan Tukang Pijat.
Tokoh-tokoh datar dalam Malam Jahanam adalah Utai dan Tukang Pijat. Tokoh-tokoh bulat adalah Mat Kontan, Paijah, dan Soleman.
Watak Mat Kontan adalah sombong, angkuh, penakut, egois, emosional, dan sok tahu. Mat Kontan juga merupakan orang yang lari dari kenyataan. Dia tetap membanggakan istri dan anaknya padahal dia sudah menduga bahwa istrinya tidak setia dan Mat Kontan Kecil bukanlah anak kandungnya. Mat Kontan dapat disebut penakut karena dia takut Soleman akan membongkar rahasianya yang pernah terperosok ke dalam pasir.
Watak Soleman adalah pengecut, besar mulut, dan pembual. Ketika Paijah menceritakan ketakutannya terhadap Mat Kontan kepada Soleman, Soleman berjanji akan melindungi Paijah. Soleman berkata bahwa dia bukan penakut. Padahal, sebenarnya dia adalah pengecut. Karena takut terhadap amarah Mat Kontan, Soleman kabur naik kereta api, meninggalkan Paijah dan anak kandungnya yang sedang sakit.
Watak Paijah adalah pencemas dan tidak setia. Ia takut Soleman dan dirinya sendiri akan dibunuh oleh Mat Kontan apabila masalah burung beo dan perselingkuhan mereka terungkap. Ia juga takut dirinya dan Soleman akan diusir dari kampung apabila ada yang mengetahui perihal perselingkuhan mereka.
Watak Utai adalah setia. Dia selalu menuruti perintah Mat Kontan, bahkan dapat dikatakan bahwa Utai adalah tangan kanannya. Watak Tukang Pijat tidak begitu terlihat karena kemunculannya terlalu singkat.
3.5. Tema dan Amanat
Tema Malam Jahanam adalah sisi buruk dan baik manusia.
Amanat Malam Jahanam adalah kita harus dapat menghargai orang lain.
Amanat yang tidak kalah pentingnya adalah tentang kesetiaan. Seorang istri seharusnya setia kepada suaminya dan berkompromi mengenai kekurangan mereka masing-masing.
  1. 4. Kesimpulan
Setelah menganalisis Malam Jahanam dengan pendekatan objektif, kami menemukan bahwa tema drama ini adalah sisi buruk dan baik manusia dengan mengangkat masalah perselingkuhan. Alur drama ini adalah alur maju atau linear yang berlangsung secara kontinyu dan memuncak. Amanat Malam Jahanam adalah kita harus dapat menghargai orang lain, kesetiaan, dan orang yang lemah akan selalu menjadi korban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar